BISNIS.COM, JAKARTA–Tirta Laras Finance secara resmi menjadi perusahaan multifinance yang beroperasi dengan prinsip syariah secara penuh, dan memperkuat modal disetor dan modal dasar masing-masing Rp100 miliar dan Rp200 miliar.
Ishak Herdiman, Direktur Utama Tirta Laras Finance, menjelaskan sebelumnya Tirta Laras Finance baru memiliki unit usaha syariah yang beroperasi sejak 2010 dengan kontribusi aset sekitar 25% dari total pembiayaan yang disalurkan.
“Perubahan tersebut sesuai dengan hasil keputusan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) perseroan yang digelar pada 20 Februari 2013,” ujar Ishak Herdiman di Jakarta, Senin (20/5/2013).
RUPS-LB tersebut, menurutnya, juga menetapkan peningkatan modal disetor menjadi Rp100 miliar dan modal dasar menjadi Rp200 miliar.
Penambahan modal tersebut berupa setoran modal dari Norhin, selaku pemegang saham baru, sehingga komposisi kepemilikan berubah menjadi 84,5% milik Norhin, dan sisanya 15,5% tetap dimiliki oleh Dapen mapamsi (Dana Pensiun Bersama PDAM seluruh Indonesia).
Selain penguatan permodalan, RUPS juga menetapkan penambahan dan perubahan pengurus. Untuk periode 5 tahun ke depan, RUPS-LB memilih Ishak Herdiman sebagai Direktur Utama, Norhin sebagai Komisaris Utama, dan Kanny Hidaya, sebagai Ketua Dewan Pengawan Syariah.
Dengan adanya tambahan modal tersebut, diharapkan perusahaan terus tumbuh dan berkembang dengan daya saing di pasar yang semakin kuat.
Tahun ini Tirta Laras Finance menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp283 miliar dan pada akhir 2015 diharapkan bisa membukukan pembiayaan konsumer hingga mencapai Rp1 triliun.
Saat ini Tirta Laras Finance memiliki jaringan kantor pusat di Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, dan 13 kantor cabang dengan perincian tujuh kantor di Jabodetabek, dan lainnya di Bandung, Cirebon, Solo, Purwokerto, Medan, dan Banjarmasin.
“Diharapkan ke depannya akan terus berkembang hingga sekurang-kurangnya mencapai 33 kantor pada tahun ketiga.” (mfm)