Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Siapkan SDBI Bertenor 1 Bulan

Bisnis.com, JAKARTA—Bank Indonesia siap menerbitkan sertifikat deposito Bank Indonesia (SDBI) bertenor 1  bulan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi perbankan dalam mengelolah likuiditas.
Donald Banjarnahor
Donald Banjarnahor - Bisnis.com 23 Agustus 2013  |  17:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Bank Indonesia siap menerbitkan sertifikat deposito Bank Indonesia (SDBI) bertenor 1  bulan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi perbankan dalam mengelolah likuiditas.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI)  Filianingsih Hendarta mengatakan untuk tahap penyesuaian pasar agar tidak kaget, maka BI akan menerbitkan SDBI bertenor pendek.

“Tidak bisa lock 6 bulan, karena penggunaan SDBI untuk kebutuhan likuiditas. Kalau diberi tenor panjang,” jelasnya dalam konferensi pers di Bank Indonesia, Jumat (23/8/2013).

Sosialisasi instrumen SDBI akan diberikan kepada pelaku usaha perbankan. SDBI merupakan instrumen operasi moneter dan kedepannya SDBI bisa diperdangankan harian, secara domestik.

Filianingsih menjelaskan bila SDBI sudah familiar di perbankan maka akan disesuaikan dengan operasi moneter BI.

Gubernur  Bank Indonesia Agus D. W. Martowardojo menjelaskan dengan adanya SDBI maka perbankan lebih leluasa untuk mengelolah likuiditas rupiah melalui instrumen yang dapat ddiperdagangkan.

“SDBI ini akan digunakan untuk mendorong pendalaman pasar uang,”  jelas Agus.

Dia menjelaskan bauran kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia ditujukan untuk menangani ketidakpastian jangka pendek dan diharapkan secara struktural. (Novita Sari Simamora)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bi sdbi
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top