Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI: Ekonomi Melambat, Kredit Macet Naik Tipis

Bisnis.com, JAKARTA--Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan perlambatan ekonomi Tanah Air akan meningkatkan rasio kredit bermasalah (NPL) dari industri perbankan, kendati tidak signifikan.
Donald Banjarnahor
Donald Banjarnahor - Bisnis.com 26 Agustus 2013  |  19:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan perlambatan ekonomi Tanah Air akan meningkatkan rasio kredit bermasalah (NPL) dari industri perbankan, kendati tidak signifikan.

"Hasil stress test [uji ketahanan] perbankan, sejauh ini menunjukan NPL memang tergantung dari kegiatan ekonomi. Kalau ekonomi agak menurun, memang ada kemungkinan naik, tetapi kecil banget," ujarnya, Senin (26/8/2013).

Dia menjelaskan setiap penurunan produk domestik bruto sekitar 1% akan menaikan NPL sekitar 0,2%--0,3%.  Atas dasar itu, dia berpandangan kenaikan NPL akibat perlambatan ekonomi tidak akan signifikan karena bank sentral optimistis PDB akan tumbuh ke batas bawah kisaran 5,8%--6,2%.

“Kalau PDB turun hanya 0,1%--0,2% maka NPL tidak terpengaruh atau kenaikan kecil sekali,” ujarnya.

Halim menambahkan sektor penyaluran kredit yang akan terpengaruh pertumbuhan ekonomi adalah usaha yang berkaitan dengan ekspor serta konsumsi domestik.

Hingga akhir Juni, rasio kredit bermasalah cukup terkendali dengan posisi NPL gross sebesar 1,9%, jauh di bawah batas tingkat kesehatan bank yang ditetapkan 5%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia kredit npl
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top