BI Rate: Suku Bunga Tinggi Kerek Biaya Dana

Tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang masih bertengger di angka 7,5% dinilai akan berpengaruh terhadap biaya dana perbankan.
Farodlilah Muqoddam | 02 April 2014 20:22 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -– Tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang masih bertengger di angka 7,5% dinilai akan berpengaruh terhadap biaya dana perbankan.

Sigit Pramono, Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) mengatakan tren suku bunga tinggi akan secara otomatis mengerek suku bunga kredit karena industri perbankan memerlukan biaya dana yang lebih tinggi.

Secara umum, lanjutnya, biaya dana meningkat karena nasabah meminta imbal hasil yang lebih tinggi ketika inflasi meninggi. Sebab, para deposan ingin dana yang disimpan tidak tergerus inflasi.

Kenaikan suku bunga kredit dipengaruhi naiknya biaya dana (cost of fund), ditambah oleh risk premium, biaya operasional, dan margin.

“Ketika komponen tersebut meningkat maka secara otomatis bunga kredit juga naik,” kata Sigit, Rabu (2/4/2014).

Dalam kondisi seperti ini, bank akan terjepit karena terpaksa memangkas margin keuntungan demi mempertahankan nasabah simpanan dan nasabah kredit.

Dalam kondisi ini, bank memberikan bunga simpanan lebih tinggi namun tidak dapat menaikkan bunga kredit dalam jumlah yang sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BI Rate, bunga kredit

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top