Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANK MUTIARA: Harga ke J Trust Lebih dari 50% Recovery Rate

Lembaga Penjaminan Simpanan/LPS mengungkapkan harga penjualan PT Bank Mutiara Tbk. kepada J Trust Co Ltd berada di atas 50% dari angka recovery rate (tingkat pengembalian) . Dengan kata lain besaran nilai transaksi lebih besar dari separuh harga penyertaan modal sementara (PMS) yang sebesar Rp8,2 triliun.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 23 September 2014  |  21:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Lembaga Penjaminan Simpanan/LPS mengungkapkan harga penjualan PT Bank Mutiara Tbk. kepada J Trust Co Ltd berada di atas 50% dari angka recovery rate (tingkat pengembalian).

Dengan kata lain, besaran nilai transaksi lebih besar dari separuh harga penyertaan modal sementara (PMS) yang sebesar Rp8,2 triliun.

"Recovery rate-nya lebih dari 50%, rinciannya sih nanti dulu akan kami siapkan karena calon pemenang harus jalani fit and proper test dulu di OJK," ujar Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho di sela-sela International Seminar Befriending with the "Boom-Bust" Cycle di Jakarta, Selasa (23/9/2014).

Dia menuturkan durasi waktu untuk penyelesaian penjualan Bank Mutiara yang dimiliki LPS saat ini sangat terbatas. Pasalnya, semua proses penjualan harus sudah beralih dari LPS ke tangan J Trust Co Ltd sebagai calon pemenang paling lambat pada 21 November mendatang supaya menggenapi amanat undang-undang.

Samsu merinci beberapa proses lanjutan yang harus dilakukan LPS ialah melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk proses akuisisi, kemudian mengajukan proses akuisisi kepada Otoritas Jasa Keuangan/OJK. Kedua proses itu merupakan syarat agar OJK bisa melakukan fit and proper test.

"Fit and proper test belum mulai. Waktu kami agak mepet, mudah-mudahan selesai terkejar," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank bank mutiara
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top