Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Uang Beredar Meningkat

Bank Indonesia mencatatkan pertumbuhan likuiditas perekonomian M2 (uang Beredar dalam arti luas) pada Oktober 2014 kembali meningkat.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 08 Desember 2014  |  20:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia mencatatkan pertumbuhan likuiditas perekonomian M2 (uang Beredar dalam arti luas) pada Oktober 2014 kembali meningkat.

Adapun posisi M2 pada Oktober 2014 tercatat sebesar Rp4.024 triliun, atau tumbuh 12,5% year on year, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan September 2014 yang sebesar 11,9% year on year.

"Peningkatan pertumbuhan terutama berasal komponen Uang Kuasi," tulis Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Peter Jacobs dalam keterangan resmi, Senin (8/12/2014).

Uang kuasi adalah dana pihak ketiga yang terdiri dari simpanan berjangka dan tabungan baik rupiah maupun valas serta simpanan giro valas.

Dia menambahkan pertumbuhan komponen M1 (Uang kartal dan simpanan giro rupiah) dan Uang Kuasi masing-masing tercatat sebesar 9,8% y-o-y dan 13,7% y-o-y, meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 9,4% y-o-y dan 13,1% y-o-y.

Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, naiknya pertumbuhan M2 pada bulan Oktober 2014 dipengaruhi oleh ekspansi operasi keuangan pemerintah ditengah pertumbuhan kredit yang masih melambat.

Peter menuturkan hal tersebut sesuai pola tahunannya, ekspansi keuangan Pemerintah terjadi pada triwulan terakhir sejalan dengan peningkatan aktivitas belanja Pemerintah menjelang akhir tahun.

Sementara itu, kredit perbankan pada Oktober 2014 tercatat sebesar Rp3.587,4 triliun tumbuh 12,4% year on year, melambat dibandingkan September 2014 12,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia uang beredar
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top