Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merger dan Akusisi Asuransi Tahun Ini Ditaksir Capai US$50 Miliar

Sejumlah ekonom global memperkirakan tren akuisisi dan merger bakal menggelayuti industri perasuransian global pada tahun ini.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  17:13 WIB
/bisnis.com
/bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Sejumlah ekonom global memperkirakan tren akuisisi dan merger bakal menggelayuti industri perasuransian global pada tahun ini.

Berdasarkan data yang dikompilasi oleh Bloomberg, terdapat sekitar 390 transaksi akuisisi dan merger oleh perusahaan asuransi yang ditaksir hampir mencapai US$50 miliar. Data tersebut sekaligus menempatkan 2014 sebagai tahun tersibuk bagi aksi korporasi perusahaan asuransi sejak 2008.

“Aksi korporasi itu mulai menghangat, semakin besar dalam segi nilai dan volumenya. Sepertinya, kesepakatan lebih banyak akan tercapai pada tahun ini,” ungkap analis JMP Securities Matt Carletti di Chicago, seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (28/1/2015).

Axis Capital Holdings Ltd., perusahaan asuransi dan reasuransi yang berbasis di Bermuda, berencana untuk merger dengan PartnerRe Ltd. Dengan aksi korporasi itu, nilai pasar kedua perusahaan bakal menyentuh US$11 miliar. 

Tidak hanya itu, beberapa perusahaan misalnya Montplier Re Holdings Ltd menjadi target potensial untuk melakukan merger dengan Aspen Insurance Holdings Ltd. Argo Group International Holdings Ltd. juga dikabarkan bakal melakukan aksi korporasi dengan Infinity Property & Casualty Corp.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Ace Ltd. Evan Greenberg mengungkapkan aksi korporasi semacam itu merupakan opsi yang dimiliki industri asuransi untuk menggenjot pertumbuhan sekaligus memenangkan persaingan.

“Jika mereka ingin tumbuh, aktifitas merger and acquisitions [M&A] akan menjadi tren pada tahun ini,” tambahnya.

Sebelumnya, RenaissanceRe Holdings Ltd. setuju untuk membeli Platinum Underwriters Holdings Ltd. pada November tahun lalu., diikuti dengan kesepakatan antara XL Group Plc dengan Catlin Group Ltd. yang diperkirakan senilai US$4 miliar.

Di dalam negeri, industri perasuransian di Indonesia, terutama asuransi jiwa, menunjukkan pergerakan aksi korporasi cukup masif pada tahun ini.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) bakal membentuk usaha patungan asuransi jiwa.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga mengumumkan mengenai rencananya untuk mengakuisi perusahaan asuransi jiwa dengan aset sekitar Rp13 triliun.

“Pasar asuransi di Indonesia masih belum terbangun secara maksimal, maka hal ini dipandang sebagai peluang bisnis yang menjanjikan bagi mereka,” tambah Plt Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu.

Pada tahun lalu, Fitch Ratings dalam analisis singkatnya sempat memprediksi aksi korporasi, salah satunya, joint venture, bakal marak dalam beberapa tahun ke depan. 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top