Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Adira Finance Anjlok

PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) mencatatkan penurunan laba bersih hingga 115,53% pada tahun lalu.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 03 Februari 2015  |  14:56 WIB
Laba Adira Finance Anjlok

Bisnis.com, JAKARTA— PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) mencatatkan penurunan laba bersih hingga 115,53% pada tahun lalu.

Seperti dikutip Bisnis.com, Selasa (3/2/2015), laba bersih Adira Finance mencapai Rp792 miliar sepanjang Januari-Desember 2014, sedangkan pada periode yang sama 2013, capaian laba bersih senilai Rp1,707 triliun.

Adapun, Adira Finance berhasil meraup total pendapatan senilai Rp8,251 triliun, atau naik 2,31% dari Rp8,064 triliun per Desember 2013. Pada saat yang sama, beban keseluruhan juga merangkak naik menjadi Rp7,19 triliun.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila sempat mengemukakan sejumlah faktor yang menyebabkan terpangkasnya laba bersih tahun ini yaitu tingginya suku bunga perbankan, tingginya inflasi, dan penjualan kendaraan bermotor yang diprediksi terus mengalami perlambatan.

“Tantangan yang terjadi tahun lalu, akan berlanjut tahun ini. Makanya, kami hanya berani memasang target pertumbuhan pembiayaan yang konservatrif pada tahun ini,” ujarnya.

Untuk tahun ini, Adira Finance berencana menerbitkan obligasi sebagai salah satu sumber pendanaan 2015.

Kendati demikian, Made masih belum menentukan nilai obligasi yang akan dirilis dan waktu penerbitan obligasi. Menurutnya, waktu dan nilai penerbitan obligasi tersebut kondisional, tergantung kebutuhan dan kondisi pasar. “Kami akan berusaha mencari waktu yang tepat agar mendapatkan harga terbaik,” ungkapnya.

Tahun lalu, pendanaan yang diraup Adira dari obligasi senilai Rp11,2 triliun. Pendanaan dari obligasi tersebut menjadi sumber terbesar kedua setelah joint financing dengan induknya, Bank Danamon. Selain itu, perseroan juga mendapat pinajaman dari perbankan senilai Rp5,6 triliun.

Tidak hanya di dalam negeri, pinjaman juga datang dari luar negeri dalam bentuk kredit sindikasi yang mencapai Rp6,6 triliun. “Untuk pinjaman luar negeri, kami melakukan hedging, agar tidak terkena dampak pelemahan rupiah,” kata Made.

Akhir tahun lalu, Adira Finance mengalami kenaikan peringkat. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat emiten berkode ADMF itu dari AA+ menjadi AAA. Kendati pada kuatral III/2014, Adira Finance mengalami penurunan laba hingga 45%, Pefindo menilai perseroan terus memberikan kontribusi yang cukup signifikan pada induk usahanya PT Bank Danamon Tbk. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adira finance
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top