Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BANK PEMBANGUNAN DAERAH, Kinerja 2014 Terkontraksi 9,97%

Laba industri bank pembangunan daerah (BPD) terkontraksi hingga 9,97% sepanjang 2014.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 28 Februari 2015  |  12:30 WIB
Bank Indonesia - Jibiphoto
Bank Indonesia - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA--Laba industri bank pembangunan daerah (BPD) terkontraksi hingga 9,97% sepanjang 2014.

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia, Sabtu (28/2/2015), total laba 2014 senilai Rp9,66 triliun, padahal pada 2013 laba industri BPD telah menembus Rp10,73 triliun.

Adapun total BPD di Tanah Air sebanyak 26 bank. Penurunan laba tersebut disebabkan oleh melambatnya pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BPD. Pada 2014, NII BPD mencapai Rp29,53 triliun, tumbuh 5,88% dari posisi Rp27,89 triliun pada 2013.

Bila dibandingkan dengan kondisi 2013, NII BPD tumbuh hingga 22%. Selain itu, rasio return on asset (ROA) industri BPD juga tergerus dari 3,18% pada 2013 menjadi 2,68% pada akhir 2014

Sementara itu, total fungsi intermediasi yang disalurkan oleh 26 BPD hingga 2014 mencapai Rp301,45 triliun, tumbuh 13,95% dari posisi Rp264,54 triliun secara year on year. Sedangkan himpunan dana pihak ketiga (DPK)  sepanjang 2014 mencapai Rp335,95 triliun, tumbuh 16,7% secara y-o-y.

Laba industri BPD yang  terkontraksi juga disebabkan oleh tergerusnya margin bunga bersih (net interest margin/NIM) dari posisi 7,07% pada 2013 menjadi 6,65%. Bila NIM BPD dibandingkan dengan NIM industri perbankan, maka angka tersebut jauh lebih tinggi dari NIM industri perbankan yang hanya 4,23%. []

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpd laba tertekan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top