Hipmi Minta BUMN Tidak Terlibat di Proyek Kecil

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia menilai perusahaan-perusahaan pelat merah sebaiknya tidak ikut bersaing dalam proyek-proyek berskala kecil.
Farodlilah Muqoddam | 02 April 2015 21:40 WIB
Ketua Umum Hipmi terpilih Bahlil Lahadaila - www.bahlillahadaila.com

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia menilai perusahaan-perusahaan pelat merah sebaiknya tidak ikut bersaing dalam proyek-proyek berskala kecil.

Menurut Bahlil, saat ini badan usaha milik negara (BUMN) banyak terlibat dalam proyek-proyek berskala kecil melalui anak dan cucu perusahaan yang dibentuk. Kondisi ini, menurutnya, menutup kesempatan bagi perusahaan swasta untuk dapat bersaing secara sehat.

“BUMN semestinya berfungsi sebagai lokomotif pembangunan ekonomi untuk kemudian dilanjutkan oleh pengusaha lain, pengusaha swasta,” ujarnya di sela-sela pelantikan Badan Pengurus Pusat Hipmi, Kamis (2/4/2015).

Bahlil mencontohkan proyek-proyek infrastruktur dengan nilai investasi di bawah Rp30 miliar masih sering digarap oleh anak-anak dan cucu perusahaan pelat merah. Padahal, menurutnya, proyek berskala kecil dan menengah lebih baik diserahkan kepada para pengusaha swasta, terutama pengusaha lokal.

Selain menyoal keterlibatan perusahaan BUMN yang masuk hingga ke proyek kecil, Hipmi juga menyorot tingginya bunga kredit yang disalurkan oleh bank kepada nasabah mikro dan UMKM. Saat ini, lanjutnya, rata-rata bunga yang ditawarkan berada pada kisaran 23%. Bunga tersebut dinilai terlalu tinggi sehingga menurunkan daya saing UMKM. []

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, hipmi, kredit mikro

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top