Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kredit Bank Daerah Melambat pada Awal Tahun

Ekspansi penyaluran kredit kelompok Bank Pembangunan Daerah mengalami perlambatan per Januari 2015.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 08 April 2015  |  13:29 WIB
Logo bank pembangunan daerah. - www.ciputraentrepreneurship.com
Logo bank pembangunan daerah. - www.ciputraentrepreneurship.com

Bisnis.com, JAKARTA--Ekspansi penyaluran kredit kelompok Bank Pembangunan Daerah mengalami perlambatan per Januari 2015.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan pertumbuhan pembiayaan pada awal tahun ini sebesar 10,50% dari Rp260,22 triliun pada Januari 2014 menjadi Rp297,01 triliun pada Januari 2015. 

Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan year on year per Januari tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 19,28%. Per Januari 2013 kredit kelompok BPD senilai Rp218,15 triliun. Adapun pertumbuhan tahunan pada Desember 2014 sebesar 13,95% dari Rp264,45 triliun menjadi Rp301,35 triliun. 

Adapun pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit. Per Januari 2015 kelompok BPD menghimpun DPK senilai Rp335,95 triliun atau tumbuh 16,77% dari Rp287,70 triliun per Januari 2014.

Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Bank DKI) Eko Budiwiyono mengatakan siklus kredit BPD pada awal tahun mengalami perlambatan karena dipengaruhi belum efektifnya Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) serta lelang-lelang pengadaan barang dan jasa Pemerintah Daerah belum berjalan.

 "Oleh karena itu pada awal tahun belum banyak disursement kredit. Selain itu, BPD pada tahun ini lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit melihat situasi ekonomi dan politik di dalam negeri," ucapnya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Dirinya menuturkan Bank DKI juga mengalami perlambatan penyaluran kredit pada awal tahun ini. Perlambatan ini, kata Eko, disebabkan karena APBD 2015 terlambat disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI. Kendati demikian, Eko memprediksi perlambatan penyaluran kredit BPD ini akan segera normal.

 "Mulai kuartal II baru mulai kembali normal," kata Eko.

 Adapun sepanjang tahun lalu, Bank DKI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp21,9 triliun atau tumbuh sebesar 21,82% dari tahun sebelumnya yang senilai Rp18,01 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpd
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top