Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investasi MMM Kembali Bangkit, Pengaduan Kepada OJK Marak

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan telah menerima pertanyaan dan informasi dari masyarakat sebanyak 235 tentang Mavrodi Mondial Moneybox atau dikenal dengan Manusia Membantu Manusia (MMM).
Investasi MMM kembali marak setelah sempat mengalami kerugian besar-besaran.
Investasi MMM kembali marak setelah sempat mengalami kerugian besar-besaran.

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan telah menerima pertanyaan dan informasi dari masyarakat sebanyak 235 tentang Mavrodi Mondial Moneybox atau dikenal dengan Manusia Membantu Manusia (MMM).

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono mengatakan jumlah pertanyaan informasi yang masuk ke layanan konsumen OJK sebanyak 235 sejak 2013 hingga saat ini.

"Kami menerima pertanyaan dan informasi 235 yang khusus tentang MMM. Dari pertanyaan itu, mereka pertanyakan apakah punya izin, siapa yang izinin, di mana domisilinya. Mereka juga khawatirkan karena keuntungan tinggi sekali," ujarnya di Gedung OJK, Kamis (9/4/2015).

Dia menuturkan MMM ini menawarkan keuntungan untuk para anggotanya sebesar 30% setiap bulannya. Pertanyaan yang datang ke layanan konsumen OJK ini, tidak hanya datang dari warga Ibu Kota sama.

Namun, pertanyaan itu juga berasal dari dari seluruh wilayah Indonesia, Sabang hingga Merauke dan bahkan luar negeri.

Jawa Timur menjadi daerah yang paling banyak mempertanyakan informasi tentang MMM yakni sebesar 10% atau 25 orang, sedangkan untuk Jakarta ada sebanyak 16 orang.

"Kalau dilihat lagi, menariknya rata datangnya dari daerah-daerah, tertinggi di Jawa Timur. Ada dari DKI Jakarta, Bandung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Aceh, Jambi, Bengkulu, Riau, Maluku, NTB dan Papua. Bahkan, ada juga pertanyaan yang masuk dari Hong Kong," tutur Kusumaningtuti.

Dia menghimbau agar masyarakat yang dirugikan adanya permainan uang MMM ini untuk segera melapor ke OJK.

Saat ini, langkah preventif yang telah dilakukan OJK selain edukasi dan penjelasan kepada masyarakat melalui berbagai media atau sarana komunikasi, juga terus berkoordinasi dengan Satgas Waspada Investasiuntuk terus memonitor dan menindaklanjuti laporan masyarakat.

"Kami membuka pintu yang selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin bertanya mengenai segala produk investasi melalui saluran telepon 1-500-655 atau email [email protected]," kata Kusumaningtuti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper