Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OJK: Kredit Maritim Baru Memiliki Porsi 2,5%

Otoritas Jasa Keuangan mencatat kredit perbankan untuk bidang kemaritiman baru memiliki porsi 2,5% dari seluruh total pinjaman yang disalurkan.
OJK mencatat kredit perbankan untuk bidang kemaritiman baru memiliki porsi 2,5%/Ilustrasi-kkp.go.id
OJK mencatat kredit perbankan untuk bidang kemaritiman baru memiliki porsi 2,5%/Ilustrasi-kkp.go.id

Bisnis.com, TAKALAR— Otoritas Jasa Keuangan mencatat kredit perbankan untuk bidang kemaritiman baru memiliki porsi 2,5% dari seluruh total pinjaman yang disalurkan.

Ketua OJK Muliaman D. Hadad mengatakan porsi kredit untuk bidang maritim pada akhir Maret 2015 mencapai Rp91,3 triliun atau sekitar 2,5% dari total kredit yang mencapai Rp3.679 triliun.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 20% atau Rp18,3 triliun disalurkan untuk industri kelautan dan perikanan,” ujarnya pada kata sambutan peluncuran program Jaring, Senin (11/5/2015).

Muliaman menyampaikan potensi pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan, serta fasilitas-fasilitas pendukungnya, termasuk cold storage, perkapalan, dan pelabuhan masih sangat besar.

“Industri jasa keuangan, khususnya sektor perbankan selama ini telah menjadi tulang punggung dalam penyaluran kredit dan pembiayaan kepada para pelaku ekonomi, termasuk pada industri kemaritiman, khususnya industri kelautan dan perikanan,” jelasnya.

Sementara itu, lanjutnya,  di sektor lembaga pembiayaan, tercatat beberapa perusahaan telah memfokuskan pada pembiayaan di bidang kemaritiman.

“Sementara beberapa perusahaan asuransi telah banyak memberikan perlindungan atau proteksi untuk meningkatkan kelayakan pelaku ekonomi dalam memperoleh pembiayaan atau penyaluran Kredit dari Industri Perbankan dan Industri Keuangan Non Bank,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah penyaluran kredit dan pembiayaan yang diberikan kepada pelaku ekonomi sektor kemaritiman, khususnya kelautan dan perikanan, masih perlu ditingkatkan.

“Apalagi sektor kelautan dan perikanan memiliki value chain atau keterkaitan yang cukup luas mulai dari tahap penangkapan hinggga distribusi, yang melibatkan juga beberapa kegiatan pengembangan teknologi, infrastruktur, dan SDM,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper