Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

TARGET PEMBIAYAAN: Adira Finance Pertimbangkan Revisi

Perusahaan pembiayaan motor dan mobil PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. mempertimbangkan opsi revisi target akhir tahun setelah kondisi perekonomian belum menunjang penjualan kendaraan bermotor.
Adira Finance pertimbangkan revisi./
Adira Finance pertimbangkan revisi./

Bisnis.com, JAKARTA– Perusahaan pembiayaan motor dan mobil PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. mempertimbangkan opsi revisi target akhir tahun setelah kondisi perekonomian belum menunjang penjualan kendaraan bermotor.

I Made Dewa Susila, Direktur Keuangan Adira Finance mengatakan pihaknya akan melihat perkembangan penjualan dan kondisi ekonomi sampai Juni sebelum pihaknya mengambil opsi revisi.

“Bank Dunia perkirakaan ekonomi Indonesia tumbuh 4,7% atau menurun dibandingkan dengan tahun lalu. Pasti berdampak. Dalam satu bulan ini akan kami lihat [revisi target],” katanya, Senin (22/6/2015).

Sampai Mei 2015, Made mengatakan pembiayaan baru yang disalurkan Adira baru mencapai Rp12,1 triliun atau 33,5% dari target akhir tahun Rp35,8 triliun. Target tersebut naik 5% dari pencapaian pembiayaan tahun lalu sebesar Rp34,1 triliun.

Dari jumlah pembiayaan per Mei, komposisi kendaraan baru mencapai Rp7,3 triliun atau 60,33% sedangkan pembiayaan kendaraan bekas Rp4,8 triliun atau 39,7%.

Willy Suwandi Dharma, Direktur Utama Adira Finance mengatakan beberapa stimulus eksternal seperti keputusan The Fed, pertumbuhan ekonomi China dan belanja pemerintah akan mementukan opsi revisi target perusahaan, dipangkas atau malah dinaikkan.

“Kami akan meeting dulu untuk lihat kembali kami punya target. Kemungkinan bisa saja least atau naik 10%,” ujarnya.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia mencatat produksi kendaraan roda empat mencapai 486.172 unit periode Januari hingga Mei tahun ini, merosot 12,8% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 558.023 unit.

Adapun, Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) merevisi target penjualan sepeda motor dari 7,7 juta unit sampai akhir tahun ini menjadi 6,7 juta-6,9 juta unit saja akibat situasi pasar saat ini.

Efrinal Sinaga, Sekjen Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia mengatakan lemahnya penjualan kendaraan bermotor sepanjang semester I dan belum membaiknya pasar pembiayaan alat berat membuat industri pembiayaan paling maksimal bisa mencatatkan pertumbuhan satu digit saja sampai akhir tahun.

“Secara total, industri pembiayaan diperkirakan hanya akan tumbuh kisaran satu digit saja,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper