Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perum PNRI Bantu Pengrajin Sapu dan Pemerah Susu di Boyolali

Di tengah kesibukannya, Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Djakfarudin Junus menyempatkan diri blusukan menemui pengrajin sapu ijuk dan sapu lidi serta pemerah susu sapi di Boyolali, Jawa Tengah.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 07 November 2015  |  11:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Djakfarudin Junus punya cara unik merayakan HUT RI ke-70.

Di tengah kesibukannya, dia menyempatkan diri blusukan menemui pengrajin sapu ijuk dan sapu lidi serta pemerah susu sapi di Boyolali, Jawa Tengah.

Badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang security printing ini memiliki perhatian besar terhadap para pengrajin kecil dan pelaku usaha mikro.

“Uluran tangan pemerintah dan BUMN sangat mereka butuhkan. Para pengrajin dan pelaku usaha mikro ini menjalankan usahanya di tengah segala keterbatasan, untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Djakfarudin dalam keterangan resmi, Sabtu (7/11/2015).

Dalam kunjungannya bertepatan dengan HUT RI ke-70 pada 17 Agustus 2015, Djakfaruddin memberikan bantuan dari perusahaan berupa mesin genset. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh para pengrajin sapu dan pemerah susu.

Menurutnya, pengrajin sapu ijuk dan sapu lidi di Boyolali membutuhkan pendampingan dan akses terhadap permodalan.

Mereka hanya pernah mendapat pelatihan dari pemerintah daerah setempat dua puluh tahun silam. Kini, mereka membuat produknya sesuai inisiatif dan imajinasi masing-masing, tidak ada standardisasi.

Para pengrajin ini sudah berkali-kali mengajukan pinjaman modal ke bank, tetapi selalu ditolak. Akhirnya mereka meminjam dari lembaga keuangan nonformal yang bunganya besar. “Kondisi itu sangat menghambat kemajuan para pengrajin,” ujarnya.

Kendala yang tak jauh beda dialami para pemerah susu sapi di Boyolali, yang membutuhkan bimbingan dan suntikan modal untuk mengembangkan usahanya. Hingga kini, tak ada lembaga keuangan bank maupun nonbank yang bersedia memberikan pinjaman modal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pnri
Editor : Herdiyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top