Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyaluran KPR Syariah Belum Maksimal

Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) yang dilakukan oleh bank syariah masih memiliki potensi yang cukup besar.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 12 Mei 2016  |  20:37 WIB
KPR - uangteman.com
KPR - uangteman.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) yang dilakukan oleh bank syariah masih memiliki potensi yang cukup besar.

Sayangnya, potensi ini masih belum digarap dengan maksimal oleh perbankan syariah.

Hal ini ditunjukkan dengan masih minimnya pengembang perumahan yang menjadikan bank syariah sebagai rujukan untuk pembiayaan KPR.

Departemen Head Consumer Finance Group PT Bank Syariah Mandiri Widodo Dorojatun mengatakan, saat ini kendala yang dialami oleh perbankan syariah bukan pada pricing atau penentuan bunga KPR kepada nasabah, melainkan pada nilai yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat terkait pembiayaan syariah.

"Memang harus diakui bahwa produk yang ada belum terlalu memenuhi market fit atau belum bisa menjawab kebutuhan pasar. Jadi memang inovasi perlu terus dikembangkan untuk mencapai market fit tadi," ujar Widodo dalam diskusi di Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Widodo menambahkan beberapa persoalan yang dihadapi oleh perbankan syariah dalam menyalurkan KPR terkait dengan kebutuhan konsumen umumnya berasal dari jenis rumah dan harga rumah yang menjadi target konsumen. Harga rumah yang banyak menjadi incaran untuk KPR adalah rumah kelas bawah dan menengah, sehingga menurut Widodo tidak banyak pengembang yang memberikan rujukan kepada bank syariah.

Selain itu, biasanya lokasi perumahan tersebut cukup jauh dari akses sehingga belum bisa terlayani oleh jangkauan perbankan syariah yang masih belum sebanyak jangkauan yang dimiliki oleh perbankan konvensional.

Widodo juga berpendapat, perbankan syariah tidak perlu melakukan perang harga dalam menggaet nasabah untuk penyaluran KPR. Menurutnya, yang perlu dilakukan perbankan syariah adalah menjawab kebutuhan nasabah dengan memberikan nilai yang berbeda yang tidak didapat dalam pembiayaan konvensional.

"Bisnis itu kan sebisa mungkin meningkatkan profit. Seandainya mampu, syariah tidak perlu ikut-ikutan menurunkan pricing, namun harus tetap adaptif di lapangan. Sekarang semua bank besar mau menurunkan pricing yang membuat kami berpikir keras supaya bisa tetap survive tanpa meninggalkan profit margin," tutur Widodo.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah kpr
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top