BRI Tingkatkan Porsi Penyaluran Kredit Multiguna

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. pada tahun ini meningkatkan porsi penyaluran kredit multigunanya.
Annisa Sulistyo Rini | 17 Mei 2016 19:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. pada tahun ini meningkatkan porsi penyaluran kredit multigunanya.

Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso mengatakan produk kredit multiguna yang saat ini menjadi andalan BRI adalah BRIguna.

Selain pemanfaatannya yang bersifat multiguna, BRIguna juga dikenal akan proses pengajuannya yang mudah dan cepat. Sedangkan dari sisi BRI, risiko kredit bermasalahnya juga sangat rendah.

“Untuk itu di 2016, perseroan akan lebih meningkatkan porsi penyaluran kredit BRIguna,” tuturnya dalam keterangan resmi, Selasa (16/5).

Ditargetkan sampai akhir tahun nanti, BRI dapat membukukan realisasi kredit BRIguna hingga Rp130,28 triliun. Sebelumnya di tahun lalu, perseroan telah menyalurkan kredit serupa senilai Rp116,59 triliun.

Menurut Hari target tersebut dapat dicapai dengan cara optimalisasi pemasaran BRIguna melalui jaringan kerja BRI yang luas dan tersebar di seluruh Indonesia serta memanfaatkan trickle down effect dari institusi-institusi yang menjadi debitur pinjaman komersial existing BRI melalui cross-selling bundling product.

Sementara itu terkait dengan kinerja BRIguna di kuartal I/2016, perseroan mencatat realisasi outstanding mencapai Rp120,45 triliun atau tumbuh sebesar 113% dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni senilai Rp107,06 triliun.

Sedangkan untuk kualitas kredit, level non performing loan (NPL) khusus untuk BRIguna terkendali di posisi 1,53% per posisi Maret 2016.

“Atau lebih baik jika dibandingkan dengan NPL di periode yang sama di tahun 2015 yakni 1,58%," ujarnya.

Hari menjelaskan BRIguna merupakan kredit yang diberikan kepada debitur dengan sumber pembayaran (repayment) berasal dari sumber penghasilan tetap (gaji/ uang pensiun).

Saat ini terdapat 3 jenis produk BRIguna yaitu BRIguna Karya untuk pegawai aktif, BRIguna Umum untuk pegawai aktif sampai dengan masa pensiun dan BRIguna Purna untuk para pensiunan. Khusus untuk BRIguna Umum dan Purna usia debitur maksimal 75 tahun saat kredit jatuh tempo.

“Meskipun produk ini termasuk dalam kredit konsumer namun banyak nasabah yang menggunakannya untuk kebutuhan investasi,” ujar Hari.

Sebagai informasi, besaran pinjaman yang dapat diberikan untuk BRIguna maksimal sebesar 80% dari Take Home Pay dengan bunga mulai dari 8,28% per tahun dan tenor hingga 15 tahun. Debitur kredit ini juga dilengkapi Asuransi perlindungan Jiwa tanpa Medical Check Up sampai dengan Rp 500 juta.

Tag : bri, bank bri, penyaluran kredit
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top