Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Genjot KUR, Bank Mandiri Jatim Perluas Kerja Sama Korporasi

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana memperluas kerja sama dengan nasabah korporasi yang berbasis industri pengolahan dari sektor pertanian, peternakan dan perikanan sebagai strategi mencapai target penyaluran KUR.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 25 Oktober 2016  |  21:37 WIB
Logo Bank Mandiri - Reuters/Beawiharta
Logo Bank Mandiri - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, SURABAYA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana memperluas kerja sama dengan nasabah korporasi yang berbasis industri pengolahan dari sektor pertanian, peternakan dan perikanan sebagai strategi mencapai target penyaluran KUR.

Mikro Banking Head Regional VIII Surabaya, Puntuh Wijaya mengatakan penyaluran kredit di sektor perdagangan dan jasa selama ini sangat mendominasi kredit usaha yang diberikan Bank Mandiri kepada nasabah yakni mencapai 80%.

"Ekonomi perdagangan di Jatim ini paling banyak, maka pada 2017 kami ingin genjot 3 sektor tersebut (perikanan, peternakan, pertanian) dengan menggandeng industri pengolahan ikan Kelola Mina Laut (KML), industri gula seperti PTPN X dan RNI, dan rencananya akan gandeng Wonokoyo untuk peternakan," jelasnya saat Forum Diskusi Jurnalis Ekonomi Jatim tentang Strategi Penyaluran KUR Di Jatim yang Tepat Sasaran, Selasa (25/10/2016).

Adapun untuk sektor pertanian seperti halnya komoditas padi dan jagung, kata Putuh, Bank Mandiri sedang mencari cara kredit usaha tersebut dapat meningkat dengan mempertimbangkan manajemen risiko.

"Kalau untuk perikanan kan sekarang sudah jelas, industrinya akan siap membeli hasil tangkapan nelayan, begitu juga industri gula akan siap membeli tebu petani, " imbuhnya.

Adapun tahun ini Bank Mandiri wilayah Jawa Timur menargetkan KUR sebesar Rp1,7 triliun. Hingga Oktober ini sudah terealisasi Rp1,4 triliun di mana 80% merupakan sektor perdagangan, 11% jasa, sedangkan perikanan dan pertanian sekitar kurang dari 2%.

Penyaluran KUR tahun ini meningkat tajam dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp495 miliar dengan jumlah debitur 10.801 nasabah. Tahun ini debitur Bank Mandiri Jatim juga naik menjadi 29.180 debitur (per Juni 2016).

Untuk nonperforming loan (NPL) KUR yang terlihat adalah sektor perdagangan yang terus mengalami penurunan yakni pada 2014 mencapai 3%, pada 2015 turun menjadi 2% an dan tahun ini menjadi 1,2%.

"NPL tertinggi kami terjadi pada 2013, penyebabnya banyak seperti melambatnya perekonomian, konsumsi masyarakat melemah, debitur mikro tidak bisa memisahkan keuangan sehingga dipakai untuk keperluan pribadi, ada kebutuhan mendesak misal biaya sekolah atau orang tua sakit bahkan uang pinjaman dibagi dengan pihak lain jadi angsurannya tidak lancar, " jelas Puntuh.

Puntuh menambahkan Bank Mandiri juga berencana menyalurkan kredit untuk pengusaha kecil dengan melibatkan organisasi seperti Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top