Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hindari Kasus Pembobolan Bank, YLPK Bali Desak OJK Perketat Pengawasan

Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lebih memperketat pengawasan terhadap industri perbankan agar tidak terjadi lagi kasus pembobolan sistem perbankan lagi dan mesin-mesin ATM.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 19 Desember 2016  |  02:42 WIB
Tersangka pembobolan ATM BRI - Ilustrasi/Antara
Tersangka pembobolan ATM BRI - Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, DENPASAR - Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lebih memperketat pengawasan terhadap industri perbankan agar tidak terjadi lagi kasus pembobolan sistem perbankan lagi dan mesin-mesin ATM.

Menurut Direktur YLPK Bali Putu Armaya, regulator harus menjamin keamanan data nasabah agar mereka tidak dirugikan dengan adanya praktek pembobolan rekening.

"Bahkan saya harap pemerintah bekerjasama dengan legislatif untuk membuat peraturan yang lebih tegas lagi tentang pengamanan sistem perbankan, serta peraturan yang bisa benar-benar melindungi hak-hak para konsumen atau nasabah itu sendiri," tuturnya, di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Puputan Margaraa, Niti Mandala, Minggu (18/12/2016).

‎Dia juga mengimbau nasabah bank untuk lebih memahami hak dan kewajban sebagai konsumen, agar tidak dirugikan. Apakagi, semakin maraknya nasabah yang mengalami kehilangan uang karena kasus pembobolan rekening.

Armaya menekankan sesuai terkandung dalam UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, sudah dijelaskan bahwa setiap konsumen dan pelaku usaha mempunyai hak dan kewajiban yang harus dipatuhi.

"Dalam kasus ini berarti nasabah adalah konsumen dan pihak bank adalah pelaku usaha, setiap kerugian yang ditimbulkan oleh kesalahan pelaku usaha, maka konsumen berhak mendapatkan ganti rugi, jadi jika ada uang nasabah yang hilang karena kesalahan Bank, sudah seharusnya pihak Bank mengganti rugi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan ojk pembobolan bank
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top