Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI: Kondisi Uang Kertas di Balikpapan di Atas Rata-rata

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menyatakan uang kertas yang beredar di kota minyak rata-rata dalam kondisi layak, bahkan tingkat kelayakannya berada di atas rata-rata yang ditargetkan oleh bank sentral pusat.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 05 Januari 2017  |  21:14 WIB
Karyawan menata uang rupiah di cash center sebuah bank. - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawan menata uang rupiah di cash center sebuah bank. - JIBI/Abdullah Azzam

 

Bisnis.com, BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menyatakan uang kertas yang beredar di kota minyak rata-rata dalam kondisi layak, bahkan tingkat kelayakannya berada di atas rata-rata yang ditargetkan oleh bank sentral pusat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Suharman Tabrani mengatakan pihaknya menjalankan survey untuk mengecek tingkat kelayakan (soil level) uang yang beredar per semester. Dari survey tersebut, didapati tingkat kelayakan uang pecahan besar mulai Rp20.000-Rp100.000 berada di level 13.

"Sementara target kelayakan dari pusat itu level 8. Sedangkan tingkat kelayakan uang pecahan kecil mencapai level 10, dan target dari pusat itu di level 6. Tingkat kelayakan tertinggi di level 14, yaitu uang kertas hasil cetak sempurna. Jadi uang di Balikpapan rata-rata sangat baik kondisinya," jelas Suharman, Kamis (5/1/2017).

Dia mengatakan tingginya tingkat kelayakan uang itu mengindikasikan keberhasilan program kas keliling di pasar-pasar tradisional yang ditujukan untuk layanan penukaran uang bagi masyarakat.

Keberhasilan itu terlihat dari meningkatnya jumlah uang kertas tak layak yang dihancurkan pada 2016 dibanding setahun sebelumnya, yakni sebesar Rp882 miliar, sedangkan pada 2015 jumlah uang yang dihancurkan hanya Rp399 miliar.

"Naiknya jumlah uang tak layak yang dihancurkan ini artinya positif, berarti banyak masyarakat yang menukarkan uangnya yang lusuh dengan uang yang lebih bagus. Artinya kas keliling juga berhasil memberi manfaat," sambung Suharman.

Kendati demikian, bank sentral terus mengimbau agar masyarakat dapat memperlakukan uang kertas dengan baik, yaitu dengan tidak melipat, mencoret-coret, dan membasahi uang. Sebab hal-hal tersebut akan mengurangi tingkat kelayakan uang.

"Uang yang lusuh memang masih berlaku, tapi kelayakannya sudah menurun, dan sebaiknya ditukarkan dengan uang yang lebih bagus. Kalau terlipat sampai lecek, atau basah, fitur-fitur pengamannya bisa pudar atau rusak," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia balikpapan
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top