Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Sulutgo Siap IPO Tahun Depan

Pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara & Gorontalo atau Bank Sulutgo tengah mengkaji untuk melepas sebagian saham ke publik pada 2018.
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-MANADO -- Pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara & Gorontalo atau Bank Sulutgo tengah mengkaji untuk melepas sebagian saham ke publik pada 2018.

Kinerja Bank Sulutgo tahun ini bakal menjadi salah satu pertimbangan pemegang saham sebelum IPO dilakukan. Olly Dondokambey, Gubernur Sulawesi Utara, mengatakan Bank Sulutgo dinilai sudah layak menjadi perusahaan publik karena sudah memiliki modal inti di atas Rp1 triliun atau masuk dalam kategori BUKU II, kelompok bank bermodal inti Rp1 triliun-Rp5 triliun.

"Kami akan lihat dulu kinerja 2017, kalau untung terus orang akan berminat. Kalau bank ini tidak untung, siapa yang mau beli [sahamnya]," ujarnya kepada Bisnis di Airmadidi, Minahasa Utara, Jumat (3/3). Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara merupakan pemegang saham mayoritas Bank Sulutgo dengan porsi 35,33%.

Pemegang saham utama lainnya adalah PT Mega Corpora sebanyak 24,9%.Secara keseluruhan, Bank Sulutgo dimiliki 25 pemegang saham dengan total modal disetor sebanyak Rp771,22 miliar. Adapun modal inti telah mencapai Rp1,2 triliun.

Olly menjelaskan, pemegang saham belum merumuskan jumlah saham yang bakal dilepas ke publik. Namun, dia menekankan, pemerintah daerah bakal tetap menjadi pemegang saham utama Bank Sulutgo. Di samping itu, dia menekankan Mega Corpora bakal tetap menjadi pemegang saham strategis Bank Sulutgo.

Olly menilai, perusahaan yang menjadi holding dari bisnis jasa keuangan CT Corp itu diharapkan bisa membantu ekspansi bisnis Bank Sulutgo. Jefrry A.M Dendeng, Direktur Utama Bank Sulutgo, mengatakan perseroan bakal melakukan sejumlah pembenahan sebelum melakukan IPO. Pembenahan dilakukan terutama pada produk dan layanan. "Kalau pemegang saham sudah oke, kami akan jalan [IPO]. Tapi sebelumnya kan pasti ada due dilligence dulu lah, sambil jalan kami perbaiki dulu," jelasnya.

Dia menuturkan, tahun ini Bank Sulutgo juga bakal menggenjot layanan transaksi elektronik guna meningkatkan porsi dana murah dalam bentuk giro dan tabungan. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tahun ini diharapkan bertumbuh 31% menjadi Rp10,39 triliun.

Jeffry menyebut, dalam waktu dekat Bank Sulutgo bakal meneken kerja sama dengan dua bank BUMN. Kerja sama mencakup pemanfaatan jaringan elektronik milik dua bank tersebut agar bisa digunakan nasabah Bank Sulutgo yang mencapai 350.000.

Di sisi lain, Bank Sulutgo juga memproyeksi peningkatan porsi kredit produktif menjadi 10%-12%. Per Desember 2016, porsi kredit produktif perseroan hanya mencapai 6% dari total outstanding Rp8,88 triliun. Sepanjang 2017, Bank Sulutgo menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 10% menjadi Rp9,79 triliun.

Jeffry menilai target pertumbuhan kredit tahun ini diestimasi tidak akan menggerus rasio kecukupan modal perseroan. Dia memprediksi, rasio CAR bisa bertahan di level 17% hingga akhir 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rivki Maulana

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper