CIMB Niaga Masih Puasa Bagi Dividen

PT Bank CIMB Niaga Tbk. kembali tidak membagikan dividen pada tahun ini meskipun laba bersih perseroan pada tahun lalu menanjak sebesar 386,4% menjadi Rp2,08 triliun. Perseroan pun terakhir membagikan dividen pada 2012.
Surya Rianto | 25 April 2017 21:47 WIB
Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Tigor M. Siahaan (kedua kiri), Direktur Hedy Lapian (kanan), Artis Maudy Ayunda (kiri) dan Titi Kamal, berbincang di sela-sela perkenalan brand promise bertajuk Forward di Jakarta, Rabu (5/4). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk. kembali tidak membagikan dividen pada tahun ini meskipun laba bersih perseroan pada tahun lalu menanjak sebesar 386,4% menjadi Rp2,08 triliun. Perseroan pun terakhir membagikan dividen pada 2012.

Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan, dalam rapat umum pemegang saham kemarin sudah disetujui untuk tidak membagikan dividen dan torehan laba bersih yang didapatkan memupuk permodalan.

“Untuk prospek pembagian dividen ke depannya, kami akan lihat kondisi pasar dan kinerja keuangan nanti. Intinya, kami akan melakukan pembagian dividen di saat yang tepat,” ujarnya setelah jumpa pers pada Selasa (25/4).

Terakhir, perseroan membagikan pada 2012 senilai Rp200 miliar atau sebesar 6,31% dari total laba bersih 2011 yang senilai Rp3,17 triliun.

Adapun, pada tahun ini, bank dengan kode emiten BNGA itu menargetkan kinerja dari segi pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) perseroan konservatif. Pasalnya, kondisi ekonomi global maupun domestik masih melambat.

Tigor mengatakan, untuk perseroan yang merupakan bank swasta, pertumbuhan kredit masih cenderung konservatif. Pasalnya, permintaan kredit dari pihak swasta juga belum terlalu menggeliat.

“Berbeda dengan bank BUMN [Badan Usaha Milik Negara] yang punya fokus kepada proyek infrastruktur pemerintah. Kalau, kami fokus pada sektor private,” ujarnya.

Direktur Keuangan Bank CIMB Niaga Wan Razly Abdullah memaparkan, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit dan DPK di bawah perkiraan industri yang sekitar 10% sampai 12%. “Kami targetkan pada kisaran 8%,” ujarnya.

Tag : cimb niaga
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top