TAF Patok Target Laba Konservatif, Ini Alasannya

Bambang Bodhianto, Operation Director PT Toyota Astra Financial Services (TAF), mengatakan sepanjang 2017 perusahaan hanya mematok pertumbuhan laba bersih sebesar 10% dibandingkan tahun 2016.
Asteria Desi Kartika Sari | 26 April 2017 23:34 WIB
Peluncuran pop up van milik Toyota Astra Finance - Oktaviano Donald Baptista

Bisnis.com, JAKARTA - Bambang Bodhianto, Operation Director PT Toyota Astra Financial Services (TAF), mengatakan sepanjang 2017 perusahaan hanya mematok pertumbuhan laba bersih sebesar 10% dibandingkan tahun 2016.

Sepanjang 2016, TAF membukukan laba sebesar Rp350,5 miliar atau tumbuh 14,4% jika dibandingkan dengan perolehan laba di tahun sebelumnya yang mencapai Rp306,3 miliar.

Sedangkan sampai dengan akhir Maret 2017, dia mengatakan perseroan telah mencatatkan laba sebesar Rp100 miliar, atau naik sebesar 25% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (yoy).

“Targetnya memang konservatif, karena kompetisi sangat ketat. Pertumbuhan otomotif kuartal II challenging,” kata Bambang kepada Bisnis, Rabu (26/4/2017).

Dia mengatakan memasuki pada kuartal kedua dapat dikatakan memasuki segmen yang cukup berisiko. Pasalnya, menurutnya pertumbuhan pemasaran otomotif masih relatif stagnan.

“Pembiayaan otomotif oleh bank dan multifinance harus ada penyesuaian, serta harus menawarkan paket yang lebih atraktif kepada konsumen,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia mengatakan perseroan juga harus ekstra effort untuk mempertahankan penetrasi dan pangsa pasar.Mengingat kompetisi cukup ketat,katanya, perseroan harus mempertahankan margin dan cost.

Dia mengatakan perusahaan akan terus mendorong di sisi new booking atau pembiayaan. Pada tahun ini, TAF mengincar new booking yang terdiri atas merek Toyota, Daihatsu, dan Lexus.

Tag : multifinance
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top