DPK Bank Sulutgo Naik 41%.

PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo atau Bank Sulutgo mencatat kenaikan dana pihak ketiga sebesar 41% dalam periode tiga bulan pertama 2017.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 27 April 2017  |  18:40 WIB
DPK Bank Sulutgo Naik 41%.
Ilustrasi Perayaan puncak HUT ke-54 Bank Sulutgo - banksulut.co.id

Bisnis.com, MANADO -- PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo atau Bank Sulutgo mencatat kenaikan dana pihak ketiga sebesar 41% dalam periode tiga bulan pertama 2017.

Laporan keuangan (tidak diaudit) yang dirilis perseroan menunjukkan, penghimpunan DPK perseroan mencapai Rp11,18 triliun per Maret 2017 atau naik 41% dari posisi Desember 2016 sebanyak Rp7,94 triliun.

Lonjakan DPK Bank Sulutgo didorong oleh peningkatan dana giro sebanyak 67% menjadi Rp2,61 triliun dan deposito sebesar 47% menjadi Rp7,24 triliun. Adapun dana tabungan turun 8,83% menjadi Rp1,32%.

Jeffry A.M Dendeng, Direktur Utama Bank Sulutgo, mengatakan kenaikan DPK perseroan dipicu penempatan dana milik pemerintah daerah di mana pada awal tahun secara siklus mengalami kenaikan. "Peningkatan [penempatan dana pemda] dimulai dari Februari. Biasanya akan berkurang drastis di akhir tahun," jelasnya kepada Bisnis.com, Kamis (27/4/2017).

Di sisi lain, Bank Sulutgo saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo terkait dengan penempatan dana pemda untuk gaji pegawai negeri sipil. Jeffry mengatakan, potensi limpahan dana milik Pemprov Gorontalo cukup signifikan untuk menambah DPK perseroan.

Sebagaimana diketahui, Gorontalo masuk menjadi pemegang saham Bank Sulutgo sejak 2015. Penyertaan modal dari Gorontalo menyebabkan entitas bank berubah dari Bank Sulut menjadi Bank Sulutgo.

Per 31 Maret 2017, Pemprov Sulut dan Gorontalo menggengam 39,47% saham Bank Sulutgo. Sisa saham dimiliki oleh PT Mega Corpora sebesar 24,90%. Pemerintah kota/kabupaten Sulawesi Utara dan Gorontalo masing-masing memegang porsi saham 15,91% dan 15,29%.

Secara umum, hingga akhir 2017 Bank Sulutgo menargetkan pertumbuhan DPK sebesar 30,87%. Welan T. Palilingan, Direktur Operasional Bank Sulutgo sebelumnya mengatakan perseroan bakal menggenjot porsi dana murah dengan meningkatkan transaksi kartu.

Welan menjelaskan, perseroan telah meneken nota kesepahaman dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam pemanfaatan jaringan elektronik. Kerja sama dengan BNI memungkinkan nasabah BSG bertransaksi di seluruh mesin electronic data captured (EDC) milik BNI yang jumlahnya mencapai 158.929 per Maret 2017.

Menurut Welan pemanfaatan jaringan EDC milik BNI membuat fitur layanan BSG bertambah karena hingga saat ini perseroan tidak memiliki mesin EDC. "Jadi kartu BSG bukan hanya sekedar kartu ATM buat mengambil uang tunai. Tapi juga bisa buat belanja sehingga mengurangi transaksi tunai," jelasnya kepada Bisnis,.

Welan memproyeksi, peningkatan transaksi elektronik nasabah BSG bakal mendorong pertumbuhan dana. Pasalnya secara umum, setiap satu hingga dua transaksi bakal mendongkrak tabungan hingga dua kali lipat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank sulutgo

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top