BISNIS INDONESIA AWARD 2017: 14 Emiten Konsisten Bertumbuh, Jahja Setiaatmadja Jadi Best CEO

Untuk ke-15 kalinya, Tahun 2017 ini Harian Bisnis Indonesia kembali menyelenggarakan Bisnis Indonesia Award (BIA). Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk apresiasi kepada korporasi, khususnya yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Ana Noviani, Kahfi & Novitasari S. Ana Noviani, Kahfi & Novitasari S. | 15 Mei 2017 22:03 WIB
BISNIS INDONESIA AWARD 2017: 14 Emiten Konsisten Bertumbuh, Jahja Setiaatmadja Jadi Best CEO
Ciputra bersama Wamenkeu Mardiasmo dalam ajang Bisnis Indonesia Award 2017 yang dihelat malam ini, Senin (15/5 - 2017) di Hotel Raffles, Jakarta.

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk ke-15 kalinya, Tahun 2017 ini Harian Bisnis Indonesia kembali menyelenggarakan Bisnis Indonesia Award (BIA). Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk apresiasi kepada korporasi, khususnya yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Agenda puncak pengumuman para peraih penghargaan akan diumumkan malam ini, Kamis 15 Mei 2017 bertempat di Dian Ballroom, Raffles Hotel, Jakarta mulai pukul 18.00--21.00 WIB yang dihadiri sekitar 200 undangan dari kalangan Chief Executive Officer (CEO), Direksi Perusahaan, Pelaku Pasar Modal, Praktisi, Ekonom, hingga Head of Corporate Secretary.

Tahun ini, terdapat empat Kategori Penghargaan yakni: Pertama. Emiten / Pelaku Pasar Modal secara sektoral mulai dari Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar dan Kimia, Aneka Industri, Industri Barang Konsumsi, Properti dan Realestat, Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi, Perdagangan, Jasa dan Investasi.

Kedua, secara khusus dari kategori Perbankan/Keuangan yang mencakup kepompok Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Devisa, Bank Non Devisa, Multifinance, Bank Persero. Ketiga, kategori Best CEO 2017, dan keempat, Penghargaan Khusus.

"Untuk penyelenggaraan tahun ini, kami mengambil tema: “Konsisten Bertumbuh: Menjaga Momentum di Tengah VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity )”. Tema tersebut dipilih dengan pertimbangan perusahaan yang tetap mampu membukukan pertumbuhan meskipun menghadapi sejumlah tantangan. Hal ini juga sejalan dengan penetapan tema pemerintah untuk 2017 sebagai Tahun Ekspansi," ujar Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto.

Pada tahun ini pemerintah telah menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan dipercepat agar mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat lebih maksimal.

Emiten-emiten yang atas usaha kerasnya berhasil menorehkan kinerja dan prestasi yang gemilang, serta memiliki konsistensi untuk senantiasa berada dalam koridor praktik berbisnis yang baik, tentu selayaknya memperoleh apresiasi. Inilah alasan mendasar dari penyelenggaraan BI Award.

Tidak hanya itu. BI Award yang pertama kali dianugerahkan pada 2002 tersebut, juga memiliki tujuan yang lebih luas dan strategis, yakni mendorong dunia usaha di Indonesia untuk berkontribusi lebih banyak dan lebih besar dalam pembangunan perekonomian negara.

Penentuan emiten-emiten yang layak memperoleh anugerah BI Award, adalah poin paling esensial sekaligus krusial dari keseluruhan proses penyelenggaraan kegiatan ini. Sebab, penetapan atas setiap penerima penghargaan BI Award harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

"Untuk itulah, dalam setiap penyelenggaraan anugerah BI Award, Bisnis Indonesia selalu membentuk panel dewan juri independen yang berpengalaman panjang dan berpengetahuan luas terkait dengan pasar modal dan dunia finansial," tegas Hery.

Dan, lebih dari itu, setiap dewan juri BIA adalah sosok yang memiliki kredibilitas dan integritas tinggi. Hal ini penting sebagai upaya kami menjaga nilai dan prestisius BIA itu sendiri.

Tahun ini Bisnis Indonesia menganugerahkan kembali penghargaan khusus yang didedikasikan kepada perusahaan (emiten maupun non emiten) yang dipilih dan ditentukan berdasarkan hasil penilaian sidang dewan redaksi.

Sama halnya penetapan penerima penghargaan BIA oleh dewan juri independen, penghargaan khusus oleh dewan Redaksi Bisnis Indonesia ini menjunjung tinggi kredibilitas dan integritas dengan mendasarkan pada sejumlah parameter dan kriteria yang ketat.

"Harapan kami, penganugerahan BI Award 2017 dapat ikut mendorong kinerja dunia usaha di Indonesia, khususnya emiten, serta mengakselerasi pemulihan ekonomi ke arah yang lebih baik."

Sebagai apresiasi bagi para pembaca , Bisnis.com, secara khusus membuatkan LIVE REPORT ajang Bisnis Indonesia Award 2017 yang berlangsung malam ini Berikut ini kami laporkan agenda kegiatan selama berjalannya ajang penghargaan bergengsi bagi para emiten tersebut.

21:09 WIB

BTPN Sabet Penghargaan Bank Non Devisa Terbaik

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk., meraih penghargaan dengan kategori Bank Umum Swasta Non Devisa Terbaik dari Bisnis Indonesia Award 2017.

Kharim Indra Gupta Siregar, direktur TI PT Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) mengatakan bahwa penghargaan ini membuktikan "kecakapan" perseroan.

"Terimakasih atas penghargaannya kami cukup senang dan bangga bahwa performa kami itu diakui semoga ini memicu kami untuk lebih baik ke depannya," ujarnya usai Bisnis Indonesia Award 2017, Senin (15/5).

Dia menambahkan bahwa penghargaan dalam kategori ini merupakan penghargaan terakhir yang diterima BTPN.

"Tahun depan kami sudah tidak bisa berkompetisi atau menang lagi, karena kami menjadi bank devisa sekarang dan saingannya juga akan lebih berat," tuturnya.

22:01 WIB

AP II dan Humpuss Raih Penghargaan Khusus

Selain itu, Bisnis Indonesia juga memberikan Penghargaan Khusus untuk dua perusahaan, yakni:

1. Most Expansive Company in Sevice Industry: PT Angkasa Pura II

2. Most Sustainable and Growing Company in Oil and Gas Industry: PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk.

 

22:00 WIB

Jahja Setiaatmadja Jadi Best CEO

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. meraih penghargaan sebagai Best CEO dalam ajang Bisnis Indonesia Award 2017 yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (15/5/2017) malam ini.

“Saya cukup terkejut bahwa saya terpilih sebagai Best CEO meskipun sebelumnya pernah terpilih dari beberapa organizer. Tentunya ini suatu hal yang membanggakan buat saya dan terima kasih atas prestasi yang diakui," ujar Jahja.

Dia menilai Bisnis Indonesia sudah berpengalaman mengadakan acara Bisnis Indonesia Award dan sudah sangat profesional. "Saya yakin juga dewan juri sudah memilih dari perusahaan-perusahaan emiten yang terbaik dan kami yakin dan percaya independensi dari dewan juri."

Jahja berpesan untuk yang belum meraih penghargaan, masih ada waktu untuk coba berprestasi sebaik-baiknya sehingga bisa berprestasi di waktu-waktu yang akan datang."

21:43 WIB

Inilah 14 Perusahaan Pemenang Bisnis Indonesia Award 2017

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis Indonesia kembali menggelar ajang penghargaan Bisnis Indonesia Award ke-15.

Pada penyelenggaraan ke-15, ajang Bisnis Indonesia Award 2017 mengambil tema Konsisten Bertumbuh: Menjaga Momentum di Tengah Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA).

Berikut daftar pemenang Bisnis Indonesia Award 2017

1. Emiten Terbaik Sektor Pertanian: PT BISI International Tbk.

2. Emiten Terbaik Sektor Pertambangan: PT Indo Tambangraya Megah Tbk.

3. Emiten Terbaik Sektor Industri Dasar dan Kimia: PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk.

4. Emiten Terbaik Sektor Aneka Industri: PT KMI Wire & Cable Tbk.

5. Emiten Terbaik Sektor Barang Konsumsi: PT Mayora Indah Tbk.

6. Emiten Terbaik Sektor Properti dan Real Estat: PT PP (Persero) Tbk.

7. Emiten Terbaik Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Telekomunikasi: PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

8. Emiten Terbaik Sektor Perdagangan, Jasa, dan Investasi: PT Ace Hardware Indonesia Tbk.

9. Bank BUMN Terbaik: PT BRI (Persero) Tbk.

10. Bank Umum Swasta Devisa Terbaik: PT Bank Central Asia Tbk.

11. Bank Umum Swasta Non Devisa Terbaik: PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk.

12. Bank Pembangunan Daerah Terbaik: PT Bank Sulselbar

13. Bank Asing dan Campuran Terbaik: PT Bank KEB Hana Indonesia

14. Multifinance Terbaik: PT Radana Bhaskara Finance Tbk.

(Ana Noviani)

21:40 WIB

ACES Bersinar di Kategori Perdagangan, Jasa & Investasi

PT Ace Hardware Indonesia Tbk. berhasil meraih penghargaan Bisnis Indonesia Award untuk sektor perdagangan, jasa dan investasi.

Adapun nominasi sektor perdagangan, jasa dan investasi yakni PT Ace Hardware Indonesia Tbk., PT Intermedia Capital Tbk., PT Link Net Tbk., PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk., PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., PT Surya Citra Media Tbk., dan PT Tunas Ridean Tbk..

Emiten bersandi saham ACES ini mempertahankan alokasi belanja modal senilai Rp300 miliar pada 2017, sama seperti tahun lalu. Dana yang bersumber dari kas perseroan itu akan digulirkan untuk membuka 10-12 gerai baru.

Pada tahun ini, pertumbuhan emiten ritel ditopang oleh aktivitas konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi menjadi tiga motor utama yang memacu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Tiga motor itu pun mendongkrak daya beli masyarakat dan inflasi yang terkendali menjadi kunci pertumbuhan konsumsi domestik. Hal itu membuat pendapatan emiten-emiten perdagangan eceran kian menggemuk.

Apalagi di tengah membaiknya daya beli masyarakat, pertumbuhan pendapatan dan laba sektor peritel berpotensi berpotensi kembali menembus dua digit pada tahun ini. Di sisi lain, perbaikan harga-harga komoditas bisa menjadi pendongkrak penjualan untuk daerah di luar Pulau Jawa. (Novita Sari Simamora).

21:35 WIB

Raih BI Award 2017, MYOR Bersemangat Pacu Ekspansi

PT Mayora Indah Tbk. berhasil meraih penghargaan Bisnis Indonesia Award 2017 sebagai perusahaan yang tumbuh konsisten dalam kategori industri barang-barang konsumsi.

Adapun emiten yang masuk nominasi dalam bidang barang-barang konsumsi antara lain PT H.M. Sampoerna Tbk., PT Mayora Indah Tbk., PT Multi Bintang Indonesia Tbk., PT Sekar Laut Tbk., PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk., T Unilever Indonesia Tbk. dan PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk..

Adapun emiten bersandi saham MYOR mencatatkan raihan laba senilai Rp1,35 triliun, tumbuh 10,65% secara tahunan dari posisi Rp1,26 triliun. Pada tahun ini, MYOR pun memproyeksikan pertumbuhan laba dua digit.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi pada 2016 yang diprediksikan akan berlanjut pada tahun ini, berpotensi mendongkrak kinerja emiten-emiten sektor barang—barang konsumsi.

Adapun pertumbuhan ekonomi pada 2016 mencapai 5,02% atau membaik dari posisi 4,79% pada 2015. Pembaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi katalis positif bagi emiten.

Kinerja emiten barang-barang konsumsi pada tahun ini bakal lebih baik dibandingkan 2016 sebelumnya yang hanya di kisaran 9%-10%. Kalangan analis memproyeksikan emiten barang-barang konsumsi diprediksi bakal mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih sekitar 10%-13% sepanjang tahun ini. (Novita Sari SImamora)

21:30 WIB

Ini Multifinance Terbaik BI Award 2017

PT Radana Bhaskara Finance, perusahaan multifinance menjadi multifinance terbaik dalam ajang Bisnis Indonesia Award atau BIA 2017.

Para nominasi dalam kategori multifinance terbaik BIA 2017 yakni PT Adira Dinamika Multi Finance, PT BFI Finance Indonesia, PT Mandala Multifinance, PT Radana Bhaskara Finance, PT Tifa Finance, PT Trust Finance Indonesia, PT Wahana Ottomitra Multiartha.

Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Evy Indahwaty Chairoellah sebagai Direktur Utama PT Radana Bhaskara Finance.

Sebagai informasi, perseroan terus berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan pembiayaan dengan tidak bergantung pada pembiayaan otomotif saja.

Pasalnya, proyeksi penjualan kendaraan bermotor yang masih stagnan mendorong pihaknya kreatif menjajal peluang bisnis baru. Perusahaan dengan kode emiten HDFA ini akan lebih giat menggempur segmen bisnis multiguna. Radana menggolongkan bisnis multiguna meliputi motor bekas, mobil bekas dan Dana Griya Perumahan dan Project Financing (pembiayaan proyek).

BIA merupakan agenda tahunan Bisnis Indonesia yang diselenggarakan sejak 2002, tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-15 kali dengan tema kali ini Kosisten Bertumbuh:Menjaga Momentum di Tengah VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).

"Tema tersebut dipilih dengan pertimbangan perusahaan yang tetap mampu membukukan pertumbuhan meskipun menghadapi sejumlah tantangan. Hal ini sejalan dengan penetapan tema pemerintah untuk 2017 sebagai tahun ekspansi," kata Hery Trianto, Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia, Senin

Menurutnya emite-emiten yang atas usaha keras berhasil menorehkan kinerja dan prestasi yang gemilang, serta memberikan konsistensi untuk sennatiasa berada dalam koridor praktik berbisnis yang baik,tentu selayaknya memperoleh apresiasi. (Asteria Desi Kartika Sari )

21:26 WIB

Sunarso: BRI Sangat Layak Jadi Bank Pelat Merah Terbaik

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Meraih penghargaan dari Bisnis Indonesia Award sebagai bank persero terbaik.

Bank dengan kode emiten BBRI itu mengalahkan nominasi lainnya seperti, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Wakil Direktur Utama BRI Sunarso yang mewakili BRI untuk mengambil penghargaan.

Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Sunarso mengatakan, perseroan memang layak untuk menjadi bank pelat merah terbaik dengan tema yang diusung Bisnis Indonesia Award, konsisten bertumbuh.

"Kami memilih jalur tetap menjaga kinerja di tengah kondisi ekonomi yang tidak begitu baik. Di luar itu, banyak yang terkena imbas kondisi ekonomi hingga kinerjanya negatif," ujarnya kepada Bisnis, Senin (15/5/2017)

Sunarso mengatakan, dari segi laba bersih perseroan memang mencatatkan pertumbuhan satu digit, tetapi itu strategi untuk bisa menjaga kinerja tetap konsisten. "Ya, ke depannya, kami pun akan berusaha lebih baik untuk bisa tumbuh dua digit kembali," ujarnya.

Terkait acara Bisnis Indonesia Award, Sunarso menilai dari segi penilaian oleh dewan juri sangat fair dan komprehensif. (Surya Rianto)

21:20 WIB

Bank Sulselbar Jadi BPD Berkinerja Cemerlang di BI Award 2017

PT Bank Sulselbar memenangkan penghargaan Bisnis Indonesia Award 2017 untuk kategori Bank Pembangunan Daerah. Penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Sulselbar Muhammad Rahmat.

Bank Sulselbar terus berkiprah dari tahun ke tahun hingga tibalah perseroan pada 2016. Di tengah gejolak perekonomian dalam dan luar negeri, BPD ini berhasil membukukan kenaikan laba komprehensif tahun berjalan sebesar 19,3% secara year on year menjadi Rp602,31 miliar.

Salah satu pendorongnya adalah ekspansi kredit yang membukukan pertumbuhan pernyaluran 35,8% menjadi Rp11,37 triliun per akhir tahun lalu. Sementara itu, penghimpunan DPK baik giro, tabungan, maupun deposito juga bertambah masing-masing menjadi Rp3,76 triliun, Rp2,42 triliun, dan Rp4,84 triliun. BPD Sulselbar pun berhasil mendongkrak asetnya dari Rp11,52 triliun per akhir 2015 menjadi Rp16,24 triliun per akhir 2016.

Bisnis Indonesia Award merupakan bentuk apresiasi kepada korporasi terutama yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan lembaga keuangan/perbankan. BIA 2017 merupakan yang ke-15 kalinya digelar sejak pertama kali dihelat pada 2002.

Tema yang diusung Bisnis Indonesia Award tahun ini adalah Konsisten Bertumbuh; Menjaga Momentum di Tengah Volatilitu, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity. Tema ini dipilih dengan pertimbangan perusahaan yang tetap mampu membukukan pertumbuhan meskipun menghadapi sejumlah tantangan.

Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto menyatakan, emiten yang atas usaha kerasnya berhasil menorehkan kinerja dan prestasi gemilang serta konsisten berada dalam koridor praktik berbisnis yang baik selayaknya memperoleh apresiasi.

"Inilah alasan mendasar dari penyelenggaraan BIA. Kami juga bertujuan mendorong dunia usaha agar berkontribusi lebih baik dan lebih besar dalam pembangunan ekonomi," ucapnya.

Penjurian BIA 2017 meliputi pakar dari kalangan akademisi dan praktisi agar penilaian yang dihasilkan independen serta akuntabel. Seleksi melalui dua tahap, yaitu kuantitatif dan kualitatif.

Faktor yang dilihat pertama dilihat ialah dari sisi keuangan dan pertumbuhan perusahaan. Adapun untuk CEO terbaik dilakukan melalui sidang panel redaksi berdasarkan perusahaan pemenang dari masing-masing kategori serta CEO di luar pemenang yang dianggap berprestasi.

Ada tujuh BPD yang masuk nominasi BIA 2017, yaitu PT Bank DKI, PT Bank Sulselbar, PT BPD Bengkulu, PT BPD Jawa Tengah, PT BPD Kalimantan Tengah, PT BPD Nusa Tenggara Barat, dan PT BPD Sulawesi Tenggara.

21:11 WIB

Bank KEB Hana Indonesia Raih Kategori Bank Asing & Campuran

PT Bank KEB Hana Indonesia meraih penghargaan Bisnis Indonesia Award 2017 untuk kategori bank asing dan campuran.

Bank KEB Hana Indonesia mengalahkan enam nominator lainnya dalam kategori yang sama yakni Bank of America N.A., Bank of China Limited, Citibank N.A., Deutsche Bank AG., PT Bank BNP Paribas Indonesia, dan Standard Chartered Bank.

Ajang Bisnis Indonesia Award 2017 yang diselenggarakan oleh Harian Bisnis Indonesia untuk ke-15 kali ini mengambil tema Konsisten Bertumbuh: Menjaga Momentum di Tengah Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity.

Bank KEB Hana Indonesia dinilai paling memenuhi kategori sebagai bank asing dan campuran terbaik dan mampu membukukan pertumbuhan di tengah tantangan kondisi perekonomian.

Sebagai informasi, sepanjang 2016, Bank KEB Hana Indonesia mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp26,45 triliun dan menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp18,79 triliun.

Di bawah nakhoda Presiden Direktu Martin Lee, tahun ini Bank KEB Hana Indonesia lebih ekspansif. Pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga ditarget masing-masing 20% pada tahun ini. (Ropesta Sitorus)

21:08 WIB

ITMG & INTP Raih BI Award 2017

Untuk kategori emiten pertambangan, tujuh emiten masuk nominasi penerima penghargaan Bisnis Indonesia Award 2017, yakni PT Baramulti Suksessarana Tbk., PT Bayan Resources Tbk., PT Citatah Tbk., PT Golden Energy Mines Tbk., PT Indo Tambangraya Megah Tbk., PT Mitrabara Adiperdana Tbk., dan PT Surya Esa Perkasa Tbk.

Dewan Juri yang diketuai oleh Roy Sembel memutuskan penghargaan untuk kategori emiten pertambangan diterima oleh PT Indo Tambangraya Medmgah Tbk.

Sementara itu, tujuh emiten yang menjadi nominee penerima Bisnis Indonesia Award 2017 kategori emiten industri dasar dan kimia, yakni PT Champion Pacific Indonesia Tbk., PT Chandra Asri Petrochemical Tbk., PT Ekadharma International Tbk., PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. PT Malindo Feedmill Tbk., PT Surya Toto Indonesia Tbk., dan PT Tunas Alfin Tbk.

Kategori tersebut dimenangkan oleh PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk.

20:58 WIB

Roy Sembel Jelaskan Kriteria Penilaian BI Award 2017

Roy Sembel, Dewan Juri Bisnis Indonesia Award 2017 telah melalui proses penilaian yang selektif dan ketat.

Poin pertaMa dalam penilaian Bisnis Indonesia Award yang bertema konsisten bertumbuh ini dilihat dari segi pertumbuhan aset maupun laba bersih.

"Dalam proses penjurian, ada beberapa hal yang menarik. Salah satunya, saya memberikan filosofi seperti kalau seekor lumba-lumba dinilai kehebatannya lewat memanjat pohon, maka lumba-lumba itu akan tampak bodoh," ujarnya saat memberikan sambutan dalam ajang Bisnis Indonesia Award 2017, Senin (15/5/2017).

Dengan konteks konsisten bertumbuh, dewan juri melihat ada perusahaan yang memang sudah bagus sehingga bisa terus menjaga pertumbuhan yang bagus secara positif.

Selain itu, ada pula perusahaan yang terpuruk, tetapi bisa bangkit dan konsisten bertumbuh.

"Namun, penilaian yang kami lakukan tidak sempurna sepenuhnya. Pasti ada kekurangannya. Masih banyak yang harus diperbaiki agar tumbuh baik secara konsisten. Saya punya Pantun terkait Bisnis Indonesia award, "melihat bunga rafflesia hati jadi tidur, bersama Bisnis Indonesia kita konsisten bertumbuh".

20:42 WIB

Nurhaida: Ajang BI Award Pacu Emiten Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan

Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, menyampaikan terima kasih kepada Bisnis Indonesia, yang telah menyelenggarakan Bisnis Indonesia Award sejak 2002.

"Saya apresiasi apa yang dilakukan Bisnis Indonesia memberikan award kepada pelaku industri jasa keuangan sehingga para pihak berlomba untuk menjadi pemenang, berlomba menerapkan governance yang baik. Kami yakin dengan tata kelola yang baik, perusahaan tumbuh dengan baik," ujar Nurhaida dalam kata sambutannya, Senin (15/5/2017) malam ini.

Nurhaida menambahkan para pelaku industri jasa keuangan diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan maksimal untuk pengembangan sektor keuangan di Indonesia.

Dewan Komisioner OJK ini menyampaikan selamat kepada para pemenang dan berharap Bisnis Indonesia Award dapat mendorong dan mendukung para pelaku industri membangun negara dan memeratakan kesejahteraan ekonomi di seluruh Indonesia.

"Kepada yang belum berhasil menang, tentu upaya untuk jadi nominator pemenang saja sudah suatu manfaat yang besar bagi bapak ibu sekalian," pungkas Nurhaida. (Ana Noviani)

20:33 WIB

Soebronto Laras: BI Award Dorong Dunia Usaha Berkontribusi Lebih Banyak

Soebronto Laras, pengusaha Tanah Air sekaligus sebagai Wakil Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika penerbit Harian Bisnis Indonesia, menyatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada korporasi, khususnya yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan lembaga keuangan/perbankan.

"Dengan awards ini, kami ingin mendorong dunia usaha Indonesia untuk berkontribusi lebih banyak dalam perekonomian Indonesia," katanya saat memberikan sambutan, malam ini.

Lebih lanjut, Soebronto menuturkan tema kali ini diambil dengan pertimbangan kinerja perusahaan yang tetap mampu membukukan pertumbuhan kendati menghadapi tantangan.

"Pertimbangan kami untuk memberikan apresiasi emiten-emiten yang tetap mampu membukukan pertumbuhan meskipun menghadapi tantangan yang tidak ringan, patut diapresiasi," tegasnya. (Ropesta Sitorus)

20:17 WIB

Wamenkeu Mardiasmo Harapkan Peraih BI Award Terus Bertumbuh

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan sarapan tidak lengkap tanpa membaca Bisnis Indonesia.

Dalam kata sambutan ajang Bisnis Indonesia Award 2017, Mardiasmo menyampaikan apresiasi terhadap Bisnis Indonesia yang telah menyelenggarakan yang konsisten memberikan apresiasi kepada pelaku industri pasar modal.

"Saya mewakili Ibu Menteri Keuangan yang sedang tugas di luar negeri, memberikan apresiasi kepada Bisnis Indonesia. Saya kira para businessman kalau belum baca Bisnis Indonesia rasanya belum lengkap sarapan kita," kata Mardiasmo, Senin (15/5).

Menurut Mardiasmo, Bisnis Indonesia menyajikan informasi yang lengkap. Mulai dari kemajuan ekonomi, IHSG, pergerakan harga saham, hingga kebijakan pemerintah.

Pemerintah, lanjutnya, mengapresiasi Bisnis Indonesia dalam memilih tema Bisnis Indonesia Award 2017, yakni konsisten bertumbuh.

"Mudah-mudahan dapat tumbuh inklusif dan berkeadilan untuk para pengusaha, stakeholder, dan masyarakat sesuai keinginan pemerintah kesenjangan bisa diatasi," ujarnya.

Kepada para pemenang penghargaan, Mardiasmo mengatakan BIA 2017 merupakan suatu apresiasi dan penghargaan untuk memicu dan memacu perusahaan untuk terus bertumbuh agar memberikan kontribusi dan sumbangan berharga, terobosan inovatif dan cerdas. Dengan begitu, peran dan kontribusi swasta terhadap kemajuan bangsa dapat semakin luar biasa.

"Kami harap ada sinergi yang paling bagus membangun negara kita, sejahterakan rakyat Indonesia. Presiden mengatakan kontribusi sinergi dan peran swasta ditunggu. Dengan demikian penerima award menjadi bagian kunci kesuksesan membangun bangsa," pungkasnya. (Ana Noviani)

20:05 WIB

Mardiasmo: Belum Baca Bisnis Indonesia, Belum Lengkap Sarapan Kita

Wamenkeu Mardiasmo mengaku dirinya rutin membaca Harian Bisnis Indonesia. "Kalau belum baca Bisnis Indonesia, belum lengkap sarapan kita," ujarnya saat memberikan sambutan di BI Award 2017, malam ini.

Menurut dia, Bisnis Indonesia itu semua lengkap termasuk kemajuan ekonomi, pergerakan saham, dan apa saja yang disampaikan pemerintah selalu dicapture Bisnis Indonesia.

"Kami sangat hargai dan apresiasi BI. Dngan tema "konsisten bertumbuh" mudahan-mudahan selalu bertumbuh dengan inklusif."

19:47 WIB

Wamenkeu Mardiasmo & Ketua OJK Nurhaida Hadiri BI Award

Perhelatan acara penghargaan Bisnis Indonesia Award atau BIA dihadiri para petinggi perusahaan dan pejabat instansi.

Dalam pantauan Bisnis.com, ikut hadir pada acara tersebut adalah Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida.

Dalam kata sambutannya, Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika selaku penerbit Bisnis Indonesia Subronto Laras megungkapkan pada gelaran BIS tahun ini, tema yang diambil merupakan cerminan perekonomian nasional.

"Lewat tema, kami akan mengapresiasi para pelaku usaha yang mampu menghasilkan kinerja positif walaupun banyak tantangan," katanya, Senin (15/5/2017). (Kahfi)

19:42 WIB

Ciputra, Direksi BRI & BCA Turut Hadir

Harian Bisnis Indonesia kembali menggelar malam penganugerahan Bisnis Indonesia Award (BIA) sebagai bentuk apresiasi kepada korporasi yang bertumbuh secara konsisten.

BIA adalah agenda tahunan yang digelar pertama kali 2002. Penyelenggaraan tahun ini mengambil tema, "Konsisten Bertumbuh: Menjaga Momentum di Tengah VUCA (Volatility, Uncertainly, Complexity, Ambiguity)."

Malam apresiasi ini digelar di Raffles Hotel. Sebelum pembagian penghargaan, acara diawali dengan makan malam.

Tampak pula, pemilik Ciputra Group yakni Ciputra, Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Sunarso dan Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Suwignyo Budiman. (Novita Sari Simamora)

19:41 WIB

Direktur Kimia Farma Apresiasi BI Award

Ajang Bisnis Indonesia Award 2017 atau BIA mendapat sambutan positif dari PT Kimia Farma Tbk. yang turut serta dalam ajang tersebut.

Direktur Pengembangan Bisnis Kimia Farma Pujianto menilai ajang BIA merupakan perhelatan bergengsi bagi perusahaan terbuka. "Saya melihat ajang ini melalui banyak tahapan seleksi yang ditetapkan para juri," katanya di sela acara, Senin (15/5/2017).

Pujianto mengatakan tema yang diusung pada BIA 2017 merupakan cerminan buat pelaku usaha. "Yang ikut dan menang pun itu pastinya punya kinerja yang baik," ungkapnya.

BIA merupakan agenda tahunan. Yang kali pertama diadakan pada 2002. Tahun ini, acara tersebut memasuki penyelenggaraan ke-15.

Pada kesempatan ini, BIA mempunyai tema "Konsisten Bertumbuh: Menjaga Momentum di Tengah VUCA". (Kahfi/kaf)

Tag : Bisnis Indonesia Award
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top