Raih Anugerah Top CSR 2017, Dirut BRK Diterima Wapres Jusuf Kalla

Direktur Utama Bank Riau Kepri (BRK) DR. Irvandi Gustari diterima bertatap muka dengan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, pada Senin 15 Mai 2017 lalu bertempat di kantor Wakil Presiden, jalan Merdeka Utara, Jakarta .
Asep Dadan Muhanda | 17 Mei 2017 13:49 WIB
Dirut BRK Irvandi Gustari dan Wapres Jusuf Kalla di kantor wapres, Senin 15 Mei

Bisnis.com, PEKANBARU-- Direktur Utama Bank Riau Kepri (BRK) DR. Irvandi Gustari diterima bertatap muka dengan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, pada Senin 15 Mai 2017 lalu bertempat di kantor Wakil Presiden, jalan Merdeka Utara, Jakarta . 

Pada kesempatan itu Dirut BRK bersama 20 dirut BUMN dan perusahaan swasta nasional lainnya yang juga dinobatkan sebagai penerima Anugerah Top Corporate Social Responsibility (CSR) 2017 dan tergabung di dalam Leader Forum for Sustainability Development , diterima dalam acara khusus oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah kepada perusahaan perusahaan yang berkomitmen terhadap pelaksanaan CSR di Indonesia. 

Bank Riau Kepri menjadi BPD satu-satunya penerima Anugerah Top CSR 2017. Award yang diraih BRK tersebut adalah Top CSR Improvement 2017 untuk Bank Riau Kepri dan Top Leader on CSR Commitment untuk Direktur Utama BRK Irvandi Gustari. Ajang Top CSR Award 2017 sendiri sudah digelar pada 5 April 2017 yang lalu.

Dalam pidatonya seperti dikutip situs resmi wapres, Jusuf Kalla menyebutkan bahwaCSR merupakan jembatan bagi terbangunnya hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat. Melalui jembatan ini, hadir keuntungan bagi perusahaan karena tercipta kemakmuran masyarakat dan kecintaan masyarakat kepada perusahaan.

“Itulah makna kenapa CSR dibutuhkan bukan hanya untuk kepentingan masyarakat tapi perusahaan (yang pada akhirnya) terjadi suatu hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat,” kata Jusuf Kalla.

Makna tersebut dari pengalaman pribadi Jusuf Kalla ketika masih aktif di Kamar Dagang Indonesia di Makassar melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Saya sendiri secara pribadi punya pengalaman banyak, walaupun pada saat itu belum dikatakan sebagai CSR. Saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman di Kadin membina masyarakat lewat (upaya) peningkatan hasil masyarakat seperti cengkeh, kopi, coklat, udang agar maju. Padahal perusahaan saya bisnis utamanya adalah mobil,” ujar Jusuf Kalla.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan bahwa upaya perusahaan memberdayakan masyarakat dengan CSR akan menghidari terciptanya masalah sosial di lingkungan sekitar perusahaan yang akan menghambat kegiatan berusaha.

“Banyak pengalaman, perusahaan maju tapi daerah sekelilingnya masih tetap miskin. Sehingga menimbulkan ketidakseimbangan daerah tersebut. Untuk itulah perusahaan turut serta memberikan kemakmuran (masyarakat) agar perusahaan itu baik. Jika perusahaan besar tapi berada di daerah yang terbelakang, bisa menimbulkan masalah sosial,” jelasnya. Ia juga menceritakan bagaimana kemakmuran tercipta di masyarakat dan perusahaan dengan program CSR peningkatan hasil perkebunan rakyat. Padahal, sebagai pengusaha ia bergerak di bidang penjualan mobil.

“(Kenapa) saya harus lebih banyak keluar untuk membantu masyarakat karena hanya masyarakat yang maju (usaha) udangnya maju, coklatnya maju, kopinya maju didorong oleh perusahaan, maka masyarakat akan punya uang untuk beli mobil. Jadi kalau masyarakat terbelakang, itu siapa yang mau beli mobil? Maka untuk menjual mobil lebih banyak maka (salah satunya) majukan usaha udang rakyat,” ujarnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mengingatkan perlunya CSR agar perusahaan tidak dikucilkan masyarakat serta terbangun kepercayaan.

“Sebenernya CSR membangun trust dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang sehingga perusahaan juga berkembang. Karena kita (perusahaan) hidup dari masyarakat dan perusahaan tidak terpencil dari masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Penyelenggara TOP CSR 2017, Moh. Lutfi Handayani, dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan dan bagaimana proses penilaian pemenang award TOP CSR 2017.

“Kegiatan untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah menjalankan program CSR secara efektif dan berkualitas (didasarkan) dengan tiga kriteria yaitu ISO 26000 Social Responsibility, program CSR yang selaras dengan strategi bisnis, dan bagaimana GCD (Good Corporate Governance) diterapkan dalam CSR,” jelasnya.

Tag : BRK
Editor : Asep Dadan Muhanda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top