Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Danamon Syariah Bidik Pembiayaan Tumbuh 20%

Pembiayaan syariah PT Bank Danamon Indonesia Tbk. diproyeksikan dapat tumbuh dua digit hingga akhir tahun 2017.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 01 Juni 2017  |  20:53 WIB
Nasabah mengisi formulir di Kantor Cabang Bank Danamon, Jakarta, Jumat (28/4). - JIBI/Abdullah Azzam
Nasabah mengisi formulir di Kantor Cabang Bank Danamon, Jakarta, Jumat (28/4). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pembiayaan syariah PT Bank Danamon Indonesia Tbk. diproyeksikan dapat tumbuh dua digit hingga akhir tahun 2017.

Direktur Syariah dan Operasional Danamon Herry Hykmanto menyatakan melihat tren dalam empat bulan ini, pihaknya optimistis pembiayaan dapat tumbuh sesuai target.

"Realisasi di kuartal I bagus, sekitar 28%. Target kami secara overall pembiayan tumbuh 15%-20%. Tahun lalu 22% secara year on year," katanya di Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Dia menuturkan sampai April 2017, total pembiayaan unit usaha syariah Danamon mencapai Rp3,4 triliun dengan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) di bawah 1,2%. Penyumbang portfolionya masih didominasi pembiayaan sektor usaha kecil menengah dan korporasi.

Namun, mulai tahun ini UUS Danamon mulai meningkatkan eksposur dalam segmen komersial. Hal ini seiring dengan peningkatan kontribusi dari produk pembiayaan syariah berakad IMBT (Ijarah Muntahiya Bit Tamlik) yang diperkenalkan tahun lalu dan bahkan akan jadi andalan perseroan untuk mendongkrak pertumbuhan.

Pembiayaan IMBT tersebut mayoritas untuk penyewaan alat-alat berat dalam pekerjaan pembangunan jalan yang dipengaruhi gencarnya pembangunan proyek infrastruktur.

"Strategi untuk capai target pembiayaan tahun ini, kami pengen serius yang IMBT yang sekarang sudah berjalan dengan bagus. Porsinya IMBT 15% atau sekitar Rp400 miliar, lalu segmen UKM dan korporasi 63%," jelasnya.

Dalam waktu dekat, Bank Danamon juga akan melakukan ekspansi pembiayaan dengan meluncurkan produk pembiayaan kepemilikan rumah (KPR) syariah terutama untuk perumahan skala menengah. Menurutnya prospek bisnis tersebut masih tinggi bila dilihat dari peningkatan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi sehingga permintaan hunian selalu meningkat.

Sayangnya dia enggan mengungkapkan lebih detail terkait harga dan pasar yang dibidik dengan alasan masih dalam pengkajian. "Kami masih sedang hitung. Produknya diluncurkan pasca Lebaran."

Herry memperkirakan ekskalasi pembiayaan akan lebih cepat pada semester II tahun ini. Adapun pada kuartal II ini, penbiayaan dan laba diproyeksikan melambat akibat banyaknya hari libur seiring adanya dengan momentum Hari Raya Idulfitri.

Selaras dengan pembiayaan, UUS Danamon juga membidik pertumbuhan dua digit untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Strategi yang diterapkan yakni memanfaatkan sistem jaringan bank Danamon konvensional.

"Sampai April lalu, DPK kami tumbuh 11% karena sekarang kami sudah menjual lewat seluruh jaringan Danamon, jadi lebih cepat," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank danamon
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top