Ketua OJK: Ruang Penurunan Bunga Kredit Terbuka

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat ruang penurunan bunga kredit perbankan bisa turun menuju satu digit pada tahun depan. Selain karena asumsi inflasi yang lebih rendah, efisiensi perbankan juga menjadi salah satu faktornya.
Surya Rianto | 16 Agustus 2017 16:30 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso memberikan keterangan kepada wartawan hasil rapat perdana DK OJK periode 2017-2022 di Jakarta, Kamis (20/7). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat ruang penurunan bunga kredit perbankan bisa turun menuju satu digit pada tahun depan. Selain karena asumsi inflasi yang lebih rendah, efisiensi perbankan juga menjadi salah satu faktornya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, selain potensi penurunan suku bunga kredit karena perkiraan inflasi pada tahun depan lebih rendah. Perbankan juga harus mendorong penurunan suku bunga kredit dengan efisiensi.

"Dengan mendorong efisiensi lebih besar lagi, perbankan bisa meningkatkan penurunan suku bunga kredit lebih besar lagi," ujarnya pada Rabu (16/8/2017) setelah mengikuti Rapat Paripurna Nota Keuangan & RAPBN 2018.

Dia memperkirakan, pada tahun depan, suku bunga kredit bisa ditekan menjadi satu digit pada tahun depan. Bila perbankan terus mendorong efisiensi, terutama lewat pengembangan teknologi.

"Kan, bank bisa semakin efisien dengan menggunakan teknologi untuk monitoring kredit maupun pelayanan," katanya.

Wimboh menyebutkan, untuk suku bunga kredit segmen korporasi beberapa sudah berada pada level satu digit. Adapun, sampai Juni 2017 posisi suku bunga kredit masih berkisar di kisaran 11,7%.

Tag : ojk, Suku Bunga, wimboh santoso
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top