2018, Estimasi Kebutuhan Dana Wholesale BNI US$1 Miliar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, berencana untuk mencari pendanaan wholesale, termasuk dalam valuta asing, guna memenuhi kebutuhan cashflow valas di tahun depan.
Ropesta Sitorus | 17 November 2017 14:04 WIB
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, berencana untuk mencari pendanaan wholesale, termasuk dalam valuta asing, guna memenuhi kebutuhan cashflow valas pada tahun depan.

Direktur Treasuri & Internasional BNI Panji Irawan mengatakan total estimasi kebutuhan pendanaan wholesale baik dalam denominasi rupiah maupun valas untuk 2018 sebesar US$ 1 miliar.

Adapun bentuknya direncanakan berupa pinjaman, bonds, NCD dan lain-lain.

"Eksekusinya tergantung di lapangan, karena ini akan berkaitan dengan berapa banyak kami dapat DPK. Wholesale funding itu, baik valas maupun rupiah, by demand saja karena sifatnya adalah pelengkap DPK serta untuk memperbaiki maturity profile," jelas di Jakarta.

Dia menambahkan, dalam beberapa tahun ini perseroan masih terus menarik pinjaman luar negeri. Pada Agustus tahun ini, BNI mendapatkan pinjaman utang luar negeri sebesar US$ 500 juta dengan tenor 5 tahun. Fasilitas itu diberikan oleh konsorsium yang terdiri dari enam bank global.

Akhir tahun lalu, BNI meminjam US$750 juta. Pinjaman valas ini adalah konsekuensi karena kami punya bisnis juga di luar negeri," katanya.

Panji mengatakan, secara nominal, utang valas yang ditarik perseroan memang berkurang. Selain karena faktor permintaan, menurutnya pengurangan itu lantaran bank juga mencukupi kebutuhan cashflow dari penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) valas.

"Kalau memang matching loan valas ya kami ambil, tetapi kalau pipeline belum muncul, kami belum bisa bilang ada kebutuhan."

Tag : bni
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top