Bank Ganesha Bidik Penguatan Sektor TI

PT Bank Ganesha Tbk. membidik tahun bisnis 2018 sebagai tonggak penguatan sektor teknologi informasi atau TI.
Andry Winanto | 14 Desember 2017 18:03 WIB
Suasana di kantor Bank Ganesha. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Ganesha Tbk. membidik tahun bisnis 2018 sebagai tonggak penguatan sektor teknologi informasi atau TI.

Bank yang masuk kategori BUKU II tersebut bertekad untuk menjadi entitas yang dapat melayani nasabah sehari-hari atau everyday banking pada 2020 mendatang.

Presiden Direktur Bank Ganesha Surjawaty Tatang menjelaskan pihaknya akan segera merilis layanan online device yang dapat diakses oleh nasabah pada gawai elektronik maupun personal desktop.

“Mobile banking dan internet banking untuk nasabah individu akan kami luncurkan dalam satu kesatuan layanan (seamless) sehingga prinsip online banking Bank Ganesha dapat dilakukan oleh nasabah,” ujarnya di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Direncanakan, pada penghujung tahun ini, perseroan berniat me-launching layanan Internet Banking dan Mobile Banking tersebut.

Keseriusan dalam memperkuat sektor TI dibuktikan jajaran manajemen dengan kontribusi cuan perseroan yang terus mencatatkan peningkatan.

Sebagai contoh, dalam pemaparan kinerja kuartal III/2017, bank dengan kode emiten BGTG tersebut membukukan pertumbuhan laba bersih 42% menjadi Rp42 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp29,6 miliar.

Capaian laba bersih tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih yang naik 44% yoy menjadi Rp156,9 miliar dari Rp109 miliar pada tahun sebelumnya. Hasil positif pendapatan bunga bersih disebabkan oleh pertumbuhan kredit yang cukup signifikan sebesar 21% yoy menjadi Rp2,62 triliun dari Rp. 2,176 triliun.

Kemudian, dalam pembentukan laba, pendapatan operasional lainnya juga banyak memberi andil dengan catatan pertumbuhan 126% yoy menjadi Rp30 miliar dari Rp13,3 miliar.

Hasil positf pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya kemudian mengerek pendapatan operasional secara keseluruhan yang naik 53% yoy menjadi Rp186,9 miliar.

Dari sisi rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Bank Ganesha mencatatkan level 33,8%.

Lalu, bank yang tercatat sebagai emiten ke-4 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2016 tersebut memiliki total ekuitas sebesar Rp1,11 triliun per September 2017. Adapun, total aset mencapai Rp4,61 triliun atau naik 16% yoy dari Rp3,968 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), perseroan mencatatkan peningkatan 26% menjadi Rp. 3,36 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp2,72 triliun.

Kemudian, kualitas rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) secara gross Bank Ganesha terjaga dengan mencatatkan perbaikan menjadi 0,97% pada kuartal ketiga 2017 dibandingkan periode sebelumnya tahun lalu sebesar 1,25%. Sementara NPL Net juga membaik menjadi 0,54% dari 0,95%.

Sebagai informasi, Bank Ganesha didirikan pada 1990, dan resmi menjadi bank umum pada 1992. Kemudian, perseroan memulai memberikan layanan anjungan tunai mandiri (ATM) pada 2005. Saat ini, perseroan telah memiliki 24 ATM yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Surabaya dan Semarang dengan akses tambahan ke lebih dari 68.000 jaringan ATM Bersama.

Teranyar, BGTG baru saja membuka kantor cabangnya di kota Medan, Sumatera Utara pada 24 Oktober 2017. Total, Bank Ganesha memiliki 13 kantor cabang dan layanan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank ganesha

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top