Nasib Bank Syariah Pelat Merah Diputuskan Januari 2018

Bisnis.com, JAKARTA Kementrian Badan Usaha Milik Negara menyebutkan bahwa proses pembentukan 3 bank syariah pelat merah akan diputuskan pada Januari 2018.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 27 Desember 2017  |  16:46 WIB
Nasib Bank Syariah Pelat Merah Diputuskan Januari 2018
Wakil Menkeu Mardiasmo (kanan) dan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan, Kementerian BUMN Gatot Trihargo menjadi pembicara dalam sesi diskusi kedua Business Summit dalam rangkaian KTT IORA ke-20 tahun 2017 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, Senin (6/3). - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Kementrian Badan Usaha Milik Negara menyebutkan bahwa proses pembentukan 3 bank syariah pelat merah akan diputuskan pada Januari 2018.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo mengatakan, pemerintah berencana membentuk 3 bank syariah pelat merah berskala besar.

“Untuk proses pembentukannya, apakah secara beriringan dengan Holding BUMN Jasa Keuangan atau sambil jalan menunggu proses merger BNI syariah [PT BNI Syariah] dengan unit usaha syariah BTN [PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk.] dan BRI Syariah dan BSM [PT Bank Syariah Mandiri] mencari partner luar negeri,” ujarnya, Rabu (27/12/2017).

Intinya, Kementrian BUMN ingin membentuk tiga bank syariah yang besar. Untuk itu, BRI Syariah dan BSM diminta mencari mitra luar negeri yang lebih paham tentang keuangan syariah.

“Dengan mitra luar negeri itu kan bisa transfer knowledge biar bisa maju perbankan syariah. Jadi, enggak boleh keliru pilih mitra, sekarang mereka [BRI Syariah dan BSM] sudah mulai mencari mitra,” ujar Gatot.

Khusus untuk proses merger antara BNI Syariah dengan UUS BTN, kedua induk usaha yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan BTN sudah sepakat.

Gatot menyebutkan, nantinya, proses merger akan dimulai dengan aksi spin off UUS BTN menjadi bank umum syariah (BUS). Setelah itu, baru langsung dilakukan merger.

“Proses merger tidak perlu menunggu IPO [initial public offering] dulu. Kami akan bahas semuanya nanti awal tahun,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank syariah

Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top