Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketua Himbara: Biaya Transfer Antar-Bank Pemerintah Menuju Nol Rupiah

Konsolidasi perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara atau Himbara menyatakan akan melakukan langkah efisiensi guna meningkatkan pelayanan bagi nasabahnya.
Andry Winanto
Andry Winanto - Bisnis.com 28 Desember 2017  |  19:39 WIB
ATM Himbara - tv.bisnis.com
ATM Himbara - tv.bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Konsolidasi perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara atau Himbara menyatakan akan melakukan langkah efisiensi guna meningkatkan pelayanan bagi nasabahnya.

Ketua Himbara yang juga menjabat Direktur Utama BTN Maryono mengatakan saat ini contoh efisiensi yang telah dilakukan adalah pembebasan biaya penarikan dana antarbank Himbara melalui jaringan ATM Link.

“Nantinya, kami akan melakukan langkah untuk membebaskan biaya transfer antara bank Himbara melalui ATM,” ujarnya di Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Maryono mengaku, jajarannya kini tengah mengupayakan langkah tersebut dan telah melakukan langkah strategis guna mewujudkan pembebasan biaya transfer antarbank Himbara. Namun, Maryono tidak merinci langkah dan strategi dimaksud, serta kapan peniadaan biaya tersebut mulai berlaku.

“Sekarang akan diarahkan ke sana [pembebasan biaya transfer] secara bertahap, sehingga akan meningkatkan efisiensi,” katanya.

Saat ini, biaya transfer antarbank Himbara melalui jaringan ATM Link membebankan biaya sekitar Rp4.000 untuk satu kali transaksi. Dalam hitungannya, apabila konsolidasi tersebut berhasil maka seluruh nasabah Himbara dapat menikmati fasilitas pembebasan biaya penarikan dan lalu lintas uang di lebih dari 60.000 jaringan ATM Link.

Dalam kesempatan yang sama, Maryono juga menyinggung rencana pembentukan anak usaha yang akan dilaksanakan pada tahun depan. Salah satunya adalah pembentukan anak usaha yang bergerak dalam bidang multifinance.

“Perkembangan pembentukan anak usaha di multifinance ini bisa selesai antara Januari atau Februari 2018,” tuturnya.

Adapun, anak usaha yang dimaksud Maryono adalah pembentukan perusahaan multifinance perseroan yang merupakan hasil kolaborasi dengan PT Danareksa Finance.

“Rencananya kami menyiapkan dana tidak lebih dari Rp200 miliar untuk pembentukan anak usaha tersebut,” jelasnya.

Selain anak usaha yang bergerak dalam sektor multifinance, bank spesialis perumahan tersebut juga tengah menggodok pembentukan anak usaha lain, seperti di antaranya bidang asuransi jiwa dan asuransi umum.

Total, BTN menyiapkan dana sebesar Rp700 miliar guna merealisasikan rencana pembentukan anak usaha tersebut pada tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top