Ini Rencana Himbara Pasca Holding BUMN Keuangan Terbentuk

Himpunan Bank Negara (Himbara) tengah mempersiapkan beberapa aksi untuk dilakukan setelah terbentuknya holding BUMN Keuangan. Himbara akan fokus bersinergi dengan PT Jalin Pembayaran Nusantara dan memindahkan NPL ke aset manajemen PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 29 Desember 2017  |  15:04 WIB
Ini Rencana Himbara Pasca Holding BUMN Keuangan Terbentuk
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. Kartika Wirjoatmodjo memberikan sambutan pada pembukaan Seminar Reformasi Pajak di Jakarta, Senin (30/10). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Himpunan Bank Negara (Himbara) tengah mempersiapkan beberapa aksi untuk dilakukan setelah terbentuknya holding BUMN Keuangan.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kartika Wirjoatmodjo mengatakan setelah holding BUMN Keuangan terbentuk, kelompok bank pelat merah akan fokus dalam sinergi dengan PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN). "Dengan memperkuat sinergi dengan Jalin [JPN], bisa mendorong tingkat efisiensi juga. Jalin adalah salah satu perusahaan switching yang tergabung dalam GPN [Gerbang Pembayaran Nasional]," ujarnya pada Jumat (29/12).

Tiko, sapaan akrab Kartika, melanjutkan dalam proses sinergi itu JPN akan dilepas dari PT Telkom (Persero) Tbk. ke dalam holding BUMN Keuangan. "Setelah bergabung dengan Holding BUMN Keuangan, sinergi Electronic Data Capture (EDC) dan ATM lebih mudah. Untuk saat ini, nilai yang untuk spin off JPN masih dihitung," terangnya.

Selain itu, fokus lainnya adalah memindahkan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) ke aset manajemen unit holding BUMN Keuangan yakni PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia.

Nantinya, NPL bank di Himbara yang berada di luar buku atau yang sudah dihapus buku akan ditempatkan di Bahana. Langkah ini juga menjadi salah satu upaya pemulihan.

"Kan kalau dikumpulkan menjadi satu akan lebih mudah untuk melakukan collection maupun monetisasinya," tambah Tiko.

Pada Rabu (27/12), persiapan holding BUMN Keuangan disebut masih berada pada tahap di Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo mengatakan sampai saat ini masih dibahas pada tingkatan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

“Kami terus melakukan pertemuan dengan menteri maupun regulator. Hal itu dilakukan akan memberikan rasa yakin kepada mereka, terutama regulator yang konsennya terkait dampak kepada stabilitas sistem keuangan,” ujarnya.

Gatot tidak memberikan tenggat waktu pasti mengenai kapan pembahasan tersebut akan rampung. Bahkan, bisa saja realisasinya terjadi pada semester I/2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
holding bumn

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup