Uang Elektronik di Indonesia Rp11,5 Triliun

Pamor uang elektronik tengah naik daun belakangan ini. Kemudahan penggunaan dan kewajiban penggunaan di sejumlah tempat membuat jumlahnya melonjak signifikan.
Abdul Rahman | 17 Februari 2018 19:52 WIB
Karyawati bertransaksi menggunakan uang elektronik e money. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Pamor uang elektronik tengah naik daun belakangan ini. Kemudahan penggunaan dan kewajiban penggunaan di sejumlah tempat membuat jumlahnya melonjak signifikan.

Berdasarkan Statistik Sistem Pembayaran Bank Indonesia, hingga Desember 2017 jumlah uang elektronik mencapai 90 juta instrumen.

Jumlah tersebut menurun dari posisi 113 juta pada November. Tetapi, jika dibandingkan dengan Desember 2016 yang sebanyak 51 juta, jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat.

Dari sisi transaksi, nominal per Desember 2017 mencapai Rp11,5 triliun atau tumbuh 64% dibanding Desember 2016 yang senilai Rp7,06 triliun.

Pertumbuhan tersebut meningkat dua kali lipat jika dibandingkan pertumbuhan dari 2015 ke 2016 yang sebesar 33,7%.

Pertumbuhan pesat juga terlihat dari infrastruktur uang elektronik. Pada Desember 2016 jumlah mesin pembaca masih sebanyak 374.861 buah. Namun, pada akhir 2017 jumlahnya melonjak menjadi 691.331 buah.

Beberapa faktor meningkatnya penggunaan uang elektronik di Indonesia adalah kewajiban pembayaran tol nontunai dan berkembangnya transportasi online.

Saat ini terdapat 27 penerbit uang elektronik di Indonesia. Penerbitnya didominasi oleh bank dan perusahaan telekomunikasi.

Tag : uang elektronik
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top