Sodok Danamon, Aset Bank OCBC NISP Naik ke Peringkat 9 Besar

Bank OCBC NISP Tbk. mencatatkan pertumbuhan aset dua digit menjadi Rp153,77 triliun, menyalip PT Bank Danamon Indonesia Tbk. yang memiliki aset sebesar Rp153,44 triliun.
Ropesta Sitorus | 22 Februari 2018 11:01 WIB
Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja (kanan) berbincang dengan Private Banking Division Head Peter Harsono di sela-sela media briefing, di Jakarta, Selasa (21/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank OCBC NISP Tbk. pada 2017 mencatatkan pertumbuhan aset dua digit menjadi Rp153,77 triliun, naik 11,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan tersebut membuat posisi OCBC NISP naik dua level ke peringkat 9, membuntuti PT Bank Maybank Indonesia Tbk. yang juga naik satu tingkat ke ranking 8.

Dengan kenaikan aset itu, bank milik OCBC Group asal Singapura tersebut menyalip PT Bank Danamon Indonesia Tbk. yang berada di peringkat 10 dengan aset sebesar Rp153,44 triliun.

Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk. Parwati Surjaudaja menyampaikan pihaknya tidak secara khusus mematok pertumbuhan aset pada tahun lalu. Manajemen terus memacu pertumbuhan di semua lini usaha untuk mendorong kinerja sehingga berpengaruh pada kenaikan aset.

Pada tahun ini OCBC NISP diharapkan kembali tumbuh dengan mengoptimalkan sinergi dengan OCBC Group serta sinergi internal untuk meningkatkan kepuasan nasabah.

 “Pada prinsipnya kami senantiasa menargetkan untuk dapat tumbuh secara berkelanjutan. Strategi tahun 2018 pun kami akan tetap tumbuh secara prudent agar dapat terjaga sustainability-nya,” katanya kepada Bisnis, Selasa (20/2/2018).

Sementara itu, Bank Danamon yang pada 2016 juga sempat mencatatkan penurunan aset sebesar 7,8% sehingga peringkatnya menurun dari rangking 9 ke 10. Namun, pada tahun lalu bank milik Temasek Group itu mulai mampu membalikkan keadaan.

Pada 2017, Bank Danamon mulai mencatatkan pertumbuhan aset positif, yakni 2,6% (year on year) dan rankingnya stabil di peringkat 10.

Beberapa bank skala menengah lainnya juga menunjukkan penurunan peringkat dalam lanskap kepemilikan aset, seperti PT Bank Bukopin Tbk. turun satu peringkat dari level 12 ke level 13.

Terakhir, PT Bank UOB Indonesia dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk masih stabil di posisinya masing-masing yakni peringkat 14 dan 15.

Sementara itu, posisi lima besar bank dengan nilai aset tertinggi masih tak tergoyahkan, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero ) Tbk, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Hampir semua bank umum kelompok usaha (BUKU) IV mencatatkan pertumbuhan aset dua digit, kecuali PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Tag : ocbc nisp
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top