2018, Pendapatan Premi Unit-Linked Diproyeksi Tumbuh Dua Digit

Pendapatan premi produk unit-linked yang tumbuh dua digit dalam dua tahun terakhir, diharapkan dapat berlanjut pada tahun ini.
Azizah Nur Alfi | 24 Februari 2018 09:44 WIB
Ilustrasi-Asuransi - www.getbudget.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pendapatan premi produk unit-linked yang tumbuh dua digit dalam dua tahun terakhir, diharapkan dapat berlanjut pada tahun ini.

Plt. Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Otoritas Jasa Keuangan Moch. Ihsanuddin optimis pendapatan premi unit-linked dapat tumbuh dua digit pada tahun ini.

Optimisme ini melihat tren selama dua tahun terakhir, pendapatan premi unit-linked tumbuh dua digit. Dia menyebut, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau unit-linked mencatatkan perolehan premi senilai Rp82 triliun sepanjang 2017, atau bertumbuh 11% secara tahunan.

Adapun, pada 2016, perolehan premi industri asuransi jiwa dari produk unit-linked mencapai Rp73,85 triliun atau bertumbuh 29,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp57,22 triliun.

Jumlah perusahaan asuransi jiwa yang menerbitkan produk unit-linked juga bertambah dari 36 per­­usahaan pada 2016 menjadi 43 per­usa­haan pada 2017. Dengan capaian tersebut, pendapatan premi produk unit linked berkontribusi sebesar 45% terhadap pendapat premi asuransi jiwa.

Dia mengatakan, industri perasuransian memiliki pertumbuhan yang tinggi jika dibandingkan dengan industri jasa keuangan yang lain. Namun, literasi dan inklusi di sektor jasa keuangan cukup rendah, terlihat dari penetrasi asuransi baru 3,3% dan densitas tercatat Rp1,5 juta.

“Dari pendapatan per kapita,kita baru mengalokasikan Rp1,5 juta untuk membayar premi. Jika dibandingkan dengan negara tetangga, masih kalah jauh,” katanya.

 

Tag : asuransi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top