Aturan Kepemilikan Asing Mesti Dorong Transfer Pengetahuan Ke Pelaku Lokal

Regulasi terkait kepemilikan asing pada usaha perasuransian dinilai tetap perlu memberikan ruang agar transfer pengetahuan dari asuransi patungan joint venture kepaa pelaku lokal tetap terealisasi.
Oktaviano DB Hana | 13 Maret 2018 07:55 WIB
Ilustrasi asuransi - Reuters

Bisnis.com,JAKARTA – Regulasi terkait kepemilikan asing pada usaha perasuransian dinilai tetap perlu memberikan ruang agar transfer pengetahuan dari asuransi patungan joint venture kepaa pelaku lokal tetap terealisasi.

Dody A.S. Dalimunthe, Direktur Eksekutif AAUI, mengatakan langkah proteksi terhadap pelaku lokal melalui pembatasan saham mayoritas dari pihak asing di asuransi memang bisa dimaklumi.

Kendati begitu, dia menegaskan pihaknya berharap regulasi tersebut mendorong pelaku asing dalam memberikan dampak positif kepada asuransi nasional.

“Kami lebih melihat aspek profesionalisme saja. Jadi, apakah pelaku asing bisa mengangkat level profesionalisme pelaku asuransi lokal?” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (12/3/2018).

Dody mengatakan aspek kedaulatan sebenarnya tidak menjadi permasalah pokok dari kehadiran pemodal asing di Indonesia. Menurutnya, sejumlah negara lain yang tidak membatasi kepemilikan saham asing di asuransi pun tidak merasa terganggu kedaulatannya.

Dia menilai sejauh perusahaan asing tersebut berkomitmen dalam jangka panjang untuk mengembangkan industri asuransi nasional, pemerintah mesti memberikan kesempatan untuk berinvestasi.

“Apalagi kalau sudah punya pengalaman banyak dan memang benar-benar mau mengembangkan bisnis dan penetrasi asuransi di Indonesia,” ungkapnya.

Tag : regulasi asuransi
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top