Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Skimming: Wapres Jusuf Kalla Minta Perbankan Perbaiki Sistem

Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara terkait dengan kasus pembobolan dana nasabah dengan modus skimming yang terjadi akhir-akhir ini.
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 20 Maret 2018  |  16:57 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan saat menghadiri acara pemberian penghargaan Parasamya Anugraha Dharma Krida Baraya dalam sidang senat terbuka Dies Natalis ke-42 di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah, Senin (12/3/2018). - ANTARA/Mohammad Ayudha
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan saat menghadiri acara pemberian penghargaan Parasamya Anugraha Dharma Krida Baraya dalam sidang senat terbuka Dies Natalis ke-42 di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah, Senin (12/3/2018). - ANTARA/Mohammad Ayudha

Kabar24.com, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara terkait dengan kasus pembobolan dana nasabah dengan modus skimming yang terjadi akhir-akhir ini.

Menurutnya, kasus itu murni tindakan kriminal dengan memanfaatkan kelemahan sistem teknologi informasi (TI) perbankan.

"Mereka [pelaku] memahami kelemahan IT yang ada, dan mereka membobolnya. Jadi kriminal, sangat murni kriminal," katanya di Kantor Wakil Presiden, Selasa (20/3/2018).

Oleh karena itu, Jusuf Kalla atau JK mendorong pihak bank lebih memproteksi sistemnya. Dia pun mendesak kepolisian segera menangkap semua pelaku. Di sisi lain, bank yang nasabahnya menjadi korban harus segera bertanggung jawab.

"Kalau terjadi kelemahan begitu itu tanggung jawab bank masing-masing, berarti ada kelemahan di sistem yang perlu diperbaiki," ujarnya.

Seperti diketahui, modus kejahatan skimming dilakukan dengan memasang alat skimmer pada mesin ATM.

Hal itu diduga dapat membaca data nasabah. Beberapa orang nasabah mengalami berkurangnya saldo tanpa transaksi.

Untuk menguak hal itu, sebelumnya kepolisian bekerjasama dengan interpol. Pelaku yang tertangkap pun berasal dari mancanegara.

Kepolisian merilis ada 64 bank yang terkena kasus kejahatan ini baik di Indonesia maupun luar negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank Wapres JK
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top