Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fokus Garap DPK, Aset Bank DKI Tumbuh 26,74%

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank DKI kembali mencatatkan kinerja positif pada 2017. Berdasarkan hasil laporan keuangan audited, per Desember 2017 perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar Rp51,41 triliun, tumbuh 26,74% dibandingkan dengan Rp40,56 triliun capaian pada 2016.
Farodilah Muqoddam
Farodilah Muqoddam - Bisnis.com 26 Maret 2018  |  23:36 WIB


Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank DKI kembali mencatatkan kinerja positif pada 2017. Berdasarkan hasil laporan keuangan audited, per Desember 2017 perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar Rp51,41 triliun, tumbuh 26,74% dibandingkan dengan Rp40,56 triliun capaian pada 2016.

Pertumbuhan total aset tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan perbankan nasional yang tercatat sebesar 9,79% di tahun 2017.
Direktur Keuangan Bank DKI Sigit Prastowo mengatakan, pencapaian total aset tersebut terutama didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat signifikan pada tahun 2017. Adapun DPK per 31 Desember 2017 tercatat sebesar Rp38,33 triliun, tumbuh sebesar 34,74% dari Rp28,45 triliun pada tahun 2016.

"Pertumbuhan tersebut juga berada di atas rata-rata pertumbuhan DPK perbankan nasional yang tercatat sebesar 9,40% di tahun 2017," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (26/3/2018).

Terkait dengan penyaluran kredit, meskipun masih berfokus pada upaya perbaikan kualitas kredit, perseroan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 9,09% dari semula  Rp24,87 triliun pada 2016 menjadi Rp27,13 triliun pada akhir 2017. Pertumbuhan kredit tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional yang tercatat 8,27% di tahun 2017.

Berbagai upaya perbaikan kualitas kredit yang telah dilakukan mendorong penurunan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Rasio NPL gross dan NPL net Bank DKI pada 2017 menunjukkan perbaikan yang signifikan dengan realisasi masing-masing sebesar 3,76% dan 2,31%. Rasio NPL tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2016 sebesar 5,35% dan 2,75%.

“Upaya perbaikan kualitas kredit yang juga telah dilakukan pada tahun 2017 di antaranya adalah melakukan penagihan kredit secara intensif, pengambilalihan agunan, lelang agunan kredit, restrukturisasi kredit, dan hapus buku," tutur Sigit Prastowo.

Berbagai aktivitas bisnis yang dilakukan di sepanjang tahun 2017 telah berhasil mendorong pencapaian laba perseroan yang positif. Laba bersih per 31 Desember 2017 tercatat sebesar Rp712,17 miliar, meningkat 10,40% terhadap tahun 2016 sebesar Rp645,11 miliar.

PENCAPAIAN PENTING
Sejumlah pencapaian penting berhasil ditorehkan Bank DKI pada tahun 2017, di antaranya adalah peluncuran JakOne Mobile yang merupakan aplikasi layanan keuangan yang terdiri dari mobile banking dan mobile wallet dan dapat dipergunakan untuk melakukan transaksi kebutuhan sehari-hari pada merchant-merchant yang bekerjasama dengan Bank DKI, baik merchant berskala besar maupun ritel.

Bank DKI juga telah berhasil mengimplementasikan yang telah menerapkan transaksi nontunai di lingkup Pemprov. DKI Jakarta. Atas hal tersebut, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan memberikan apresiasi kepada Bank DKI sebagai BPD Model pendukung pengelolaan keuangan daerah.

Untuk meningkatkan ekspansi bisnisnya, pada 2017 Bank DKI telah memperkenalkan produk dan layanan baru seperti kartu kredit co-branding, Tabungan Monas Bisnis Perkulakan, dan kerja sama penjualan Obligasi Republik Indonesia (ORI) 014.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank dki
Editor : Farodilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top