Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Regulasi di Sektor Asuransi Disorot BPK, OJK Didorong Proaktif

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didorong untuk mempercepat penyelesaian tiga regulasi yang diamanatkan Undang-Undang No.40/2014 tentang perasuransian.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 05 April 2018  |  10:29 WIB
Loading the player ...
Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didorong proaktif untuk mempercepat penyelesaian tiga regulasi yang diamanatkan Undang-Undang No.40/2014 tentang perasuransian. 
 
Hal tersebut disampaikan pengamat asuransi sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko & Asuransi (Stimra) Jakarta Hotbonar Sinaga. Hotbonar mengatakan, OJK seharusnya memiliki inisiatif sendiri dan tak mengandalkan kementerian lembaga lain dalam menyusun sejumlah regulasi tersebut. 
 
"OJK jangan terlalu mengharapkan Kementerian Keuangan yang terlalu sibuk dengan masalah lain yang lebih penting seperti defisit APBN, pinjaman luar negeri, defisit BPJS Kesehatan, penerimaan pajak yang belum optimal dan lain-lain," katanya kepada Bisnis, Rabu (4/4/2018). 
 
Adapun tiga regulasi yang dimaksud yakni undang-undang tetang penjaminan polis, peraturan pemerintah tentang yang mengatur badan hukum usaha bersama, dan peraturan pemerintah tentang kepemilikan asing atas perusahaan asuransi. Hal tersebut disorot dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) II 2017. 
 
Hotbonar melanjutkan, inisiatif tersebut bisa dilakukan OJK dengan membuat draf konsep regulasi dan mengusulkan ke Kementerian Keuangan. 
 
"Termasuk untuk UU lembaga penjamin polis [LPP]. Bisa saja OJK usulkan pada pemerintah supaya lebih cepat, mereka ajukan amandemen UU LPS yang mengakomodir pembentukan LPP," jelasnya. 
 
Ia menegaskan, untuk membentuk LPP tak perlu disusun undang-undang baru, melainkan dengan merivisi Undang-Undang No.24/2004 tentang LPS.
 
"Pembentukan LPP sudah molor cukup lama," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri asuransi
Editor : Anggi Oktarinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top