Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Asian Games 2018 Dongkrak Bisnis Penjaminan Daerah

Penyelenggaraan Asian Games 2018 turut mendorong bisnis penjaminan daerah, khususnya Sumatra Selatan (Sumsel) yang ibukotanya yakni Palembang dipercaya untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
Foto aerial proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Koridor Velodrome-Kelapa Gading di Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (16/1). Pembangunan infrastruktur LRT di kawasan itu terus dikebut dan diharapkan bisa beroperasi pada Agustus 2018 untuk menunjang perhelatan Asian Games 2018. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Foto aerial proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Koridor Velodrome-Kelapa Gading di Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (16/1). Pembangunan infrastruktur LRT di kawasan itu terus dikebut dan diharapkan bisa beroperasi pada Agustus 2018 untuk menunjang perhelatan Asian Games 2018. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Penyelenggaraan Asian Games 2018 turut mendorong bisnis penjaminan daerah, khususnya Sumatra Selatan (Sumsel) yang ibukotanya yakni Palembang dipercaya untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Direktur Utama PT Jamkrida Sumsel Dian Askin Hatta menyampaikan bisnis surety bond perseroan mencatatkan pertumbuhan sekitar 50% pada 2017 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perseroan memberikan penjaminan pada proyek pembangunan tiga wisma atlet dengan nilai proyek Rp400 miliar dan pembangunan jembatan Musi VI dengan nilai proyek Rp400 miliar.

Pada 2017, perseroan mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp1,16 triliun, terdiri dari penjaminan usaha produktif sebesar Rp626,63 miliar dan usaha non produktif sebesar Rp535,42 miliar. Volume penjaminan tahun lalu meningkat 20% dibandingkan dengan 2016.

"Dengan adanya Asian Games 2018, sangat baik. Kami banyak diberikan proyek penjaminan," katanya, Senin (9/4/2018).

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, total outstanding penjaminan per Februari 2018 tercatat sebesar Rp199,73 triliun. Dibandingkan angka Februari 2017 sebesar Rp138,86 triliun, maka tercatat tumbuh 44%.

Jumlah ini terdiri dari penjaminan usaha produktif senilai Rp116,30 triliun atau 58% dari total penjaminan, serta usaha non produktif senilai Rp83,42 triliun atau 42% dari total penjaminan.

Per Februari 2018, penjaminan usaha produktif  tumbuh 56% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat Rp74,34 triliun. Adapun, penjaminan usaha non produktif tumbuh 29% dari periode sebelumnya yang sebesar Rp64,52 triliun.

Dian, yang juga Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo), menuturkan pertumbuhan outstanding penjaminan menunjukkan bisnis penjaminan sangat menjanjikan. Dia berpendapat salah satu faktor yang mendorong bisnis penjaminan pada tahun lalu adalah penyelenggaraan Asian Games 2018.

"Dengan adanya Asian Games, kami memperoleh bisnis penjaminan dari proyek-proyek Asian Games," ungkapnya.

Adapun Asian Games 2018 bakal digelar pada Agustus-September 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Azizah Nur Alfi
Editor : Annisa Margrit
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper