Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gubernur BI: Kinerja Rupiah Lebih Baik

Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diklaim tidak seburuk nilai tukar mata uang di beberapa negara tetangga.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 22 April 2018  |  15:33 WIB
Gubernur BI: Kinerja Rupiah Lebih Baik
Gubernur BI Agus Martowardojo (kiri) bersama Menko Maritim Luhut B. Panjaitan (kedua kiri), Managing Director IMF Christine Lagarde (kedua kanan), dan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) di sela-sela Spring Meetings IMF-World Bank di Washington, AS. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, WASHINGTON — Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diklaim tidak seburuk nilai tukar mata uang di beberapa negara tetangga.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan dinamisnya kondisi dunia, yang berdampak pada fluktuasi nilai tukar rupiah, belum menunjukkan suatu kegentingan.

"Jadi, kalau mau, lihat kinerjanya. Jika dibandingkan dengan negara lain seperti Turki, India dan lainnya, mereka lebih rendah [nilai tukar mata uangnya]," tuturnya, Sabtu (21/4/18) waktu setempat.

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 108 poin atau 0,78% ke level Rp13.893 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (20/4).

BI memutuskan untuk menahan 7-day reverse repo rate di level 4,25%. Level suku bunga tersebut tidak berubah sejak tujuh bulan yang lalu.

Fluktuasi disebabkan dinamika eksternal, tepatnya kondisi perekonomian di AS terkait ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Bank sentral menyebut dengan kondisi tekanan seperti ini, masyarakat diharapkan tidak panik dan tetap tenang.

"Tetapi, kalau persentase, year-to-date (ytd) atau month-to-date (mtd) dibandingkan dengan mata uang negara lain, mereka lebih tertekan," tegas Agus. 

BI berpandangan ekonomi Indonesia dalam kondisi baik, apalagi di tengah momentum perbaikan ekonomi dunia. Selain itu, neraca transaksi berjalan juga dianggap dalam keadaan terkendali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah
Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top