IPO Tugu Pratama Dapat Lampu Hijau dari OJK

Asuransi Tugu Pratama Indonesia memulai proses penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) setelah mendapatkan lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan.
Oktaviano DB Hana | 18 Mei 2018 12:59 WIB
Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk Indra Baruna didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan seusai due diligence dalam rangka penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO), di Jakarta, Rabu (11/4/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia memulai proses penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) setelah mendapatkan lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan.

Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Indra Baruna mengatakan pihaknya akhirnya meraih pernyataan efektif dari OJK untuk penerbitan saham baru lewat IPO kemarin, Kamis (17/5/2018).

Pernyataan efektif dari OJK itu mundur dari perkiraan sebelumnya. Dalam prospektus IPO, asuransi yang mayoritas sahamnya dimiliki PT Pertamina (Persero) itu memperkirakan pernyataan efektif dapat diperoleh pada 4 Mei 2018.

Selanjutnya, perseroan akan memasuki proses masa penawaran umum perdana saham pada 18 Mei 2018, masa penjatahan 24 Mei 2018, dan distribusi saham pada 25 Mei 2018. Dalam proses IPO, Asuransi Tugu Pratama telah menetapkan harga penawaran saham perdana perseroan sebesar Rp3.850 per saham.

“Kami berharap bisa mencatatkan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia pada 28 Mei 2018,” jelas Indra dalam keterangan resmi, Jumat (18/5/2018).

Dengan permodalan yang kuat, ATPI memiliki kesempatan yang luas untuk berekspansi, baik melalui pengembangan produk ritel, usaha asuransi syariah, reasuransi, maupun bentuk usaha lainnya. Indra mengatakan pihaknya akan menggunakan sekitar 70% dana hasil IPO untuk memperkuat modal perseroan guna pengembangan bisnis.

Sekitar 30% lainya akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk peningkatan penyertaan modal pada entitas anak, PT Tugu Reasuransi Indonesia. Anak usaha yang dimiliki melalui PT Tugu Pratama Interindo ini bergerak di bidang reasuransi.

Menurut Indra, penguatan modal ini sangat penting bagi pengembangan bisnis perseroan ke depan. “Penyertaan modal ke anak usaha itu untuk memperkuat modal di bidang reasuransi,” jelasnya.

Indra mengatakan dengan status sebagai perusahaan publik, Asuransi Tugu Pratama terdorong untuk lebih meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) yang baik sekaligus meningkatkan manajemen risiko.

“Kami akan menjaga amanah para pemegang saham untuk terus meningkatkan kinerja bisnis dan transparansi perusahaan,” jelas Indra.

Dalam prospektif ringkas yang diterbitkan untuk IPO pada bulan lalu, terungkap PT Pertamina memegang 65% saham Asuransi Tugu Pratama Indonesia. Selebihnya, saham perseroan dimiliki oleh PT Sakti Laksana Prima (17,60%), Siti Taskiyah (12,15%), dan Mohamad Satya Permadi (5,25%).

Tag : asuransi tugu pratama
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top