Permodalan Kuat, BCA Syariah Belum Berencana "Go Public"

PT BCA Syariah menyatakan belum memiliki rencana untuk melantai di bursa saham karena permodalan unit usaha syariah milik BCA ini masih cukup kuat.
Ilman A. Sudarwan | 06 Juni 2018 06:58 WIB
Nasabah saat melakukan transaksi di salah satu kantor Bank BCA Syariah yang ada di Jakarta. (Bisnis - Nurul Hidayat)

Bisnis.com, JAKARTA — PT BCA Syariah menyatakan belum memiliki rencana untuk melantai di bursa saham karena permodalan unit usaha syariah milik BCA ini masih cukup kuat.

Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih mengatakan perusahaan saat ini memiliki rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 27% sehingga pihaknya tidak memerlukan penambahan modal untuk keberlangsungan usaha.

“IPO [Initial Public Offering] tujuannya adalah untuk permodalan, bukan untuk pendanaan. Kalau BCA Syariah, CAR masih di posisi 26%-27%,” sebutnya kepada Bisnis, Selasa (5/6/2018).

John menyatakan aset perseroan tumbuh sekitar 14% secara year-on-year (yoy) hingga kuartal I/2018. Pendanaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan masing-masing sebesar 23% dan 19%.

Adapun Non Performing Financing (NPF) berada di level 0,5%.

“Aset kami kualitasnya juga bagus, sedangkan kami punya NPF juga masih terjaga dan sehat,” tuturnya.

Di sisi laba, BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan sekitar 27% secara tahunan dalam tiga bulan pertama tahun ini. Padahal, rata-rata industri perbankan syariah mengalami penurunan laba pada awal tahun.

Tren positif tersebut masih berlanjut hingga kuartal II/2018. Berdasarkan laporan keuangan pada April 2018, John mengungkapkan total pendanaan BCA Syariah meningkat sekitar 20% atau lebih tinggi dari Rencana Bisnis Bank (RBB).

“Jika dibandingkan dengan RBB BCA Syariah, kami masih ada di atas. Kami memang mencanangkan pertumbuhan di 15%-20% untuk profit. Sementara itu, untuk aset sekitar 12%-15%,” tambahnya.

BCA Syariah juga tengah aktif terlibat dalam pembiayaan sindikasi untuk proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Salah satunya adalah proyek pembangunan ruas jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek.

Pada proyek dengan total panjang 36 kilometer (km) tersebut, BCA Syariah menggelontorkan dana sebesar Rp100 miliar dari total pendanaan Rp2 trilun yang diberikan kepada pihak perbankan syariah. Sementara itu, sisa dari total nilai proyek sekitar Rp16 triliun tersebut dipenuhi oleh bank konvensional.

“Untuk tranche yang pertama, BCA Syariah akan masuk Rp100 miliar. By tranche ya, cuma mungkin penarikannya tidak sekarang," lanjut John.

Tag : BCA Syariah
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top