Komitmen Dukung Transaksi Nontunai, Bank DKI Raih 1st Trendsetter e-Money

Sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam mendukung transaksi non tunai di Tanah Air, Bank DKI meraih penghargaan sebagai The 1st Trendsetter e-Money dan peringkat II E-banking kategori BPD di Infobank Banking Service Excellence Awards 2018.
Puput Ady Sukarno | 07 Juni 2018 23:31 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi di sela-sela peluncuran sistem informasi akuntabilitas pendidikan (SIAP), anggaran bantuan opersional sekolah (BOS) dan bantuan operasional pendidikan (BOP) berbasis Cash Management System, di Jakarta, Rabu (2/5/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam mendukung transaksi nontunai, Bank DKI meraih penghargaan sebagai The 1st Trendsetter e-Money dan peringkat II E-banking kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Infobank Banking Service Excellence Awards 2018.

Seperti keterangan resmi yang diterima Bisnis, selain meraih penghargaan tersebut, Bank DKI juga menerima penghargaan peringkat II pada kategori Telepon serta peringkat V pada kategori Best Overall Performance.

Direktur Teknologi & Operasional Bank DKI Priagung Suprapto menyampaikan bahwa penghargaan sebagai 1st Trendsetter e-money diperoleh sebagai bentuk apresiasi atas inisiatif sebagai penerbit uang elektronik berbasis kartu, pertama di Indonesia.

Selain Bank DKI juga turut mendorong penerapan transaksi nontunai melalui produk e-money server based yaitu JakOne Mobile.

"Untuk menjawab tuntutan masyarakat akan transaksi keuangan yang cepat dan modern, Bank DKI melakukan berbagai inovasi menuju digital banking melalui produk e-Money server based seperti JakOne Mobile," ujarnya.

JakOne Mobile sendiri merupakan aplikasi layanan keuangan yang terdiri dari mobile banking dan mobile wallet yang dapat dipergunakan untuk bertransaksi kebutuhan sehari-hari.

Saat ini JakCard dapat dipergunakan sebagai transaksi pembayaran di Transjakarta, Taman Margasatwa Ragunan, Monumen Nasional, Museum Seni Rupa & Keramik dan Alfamart.

JakCard juga dipergunakan sebagai kartu identitas untuk PNS Pemprov DKI, penghuni rusun milik Pemprov DKI, Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Lansia Jakarta.

"Yang terbaru, JakCard juga dapat dipergunakan sebagai pembayaran tiket kereta api Bandara Soekarno-Hatta," ujar Priagung.

Dia menambahkan bahwa Bank DKI terus melakukan pengembangan fitur pada JakOne Mobile dengan melakukan penambahan biller BPJS Kesehatan, Pajak Bumi dan Bangunan serta Digitalisasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Polda Metro Jaya.

Bahkan, atas hal tersebut, pada 26 Maret 2018, Bank DKI berhasil mendapatkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) pada kategori Pelayanan STNK secara digital dengan Sistem Pembayaran melalui QR Pertama di Indonesia.

Adapun untuk sektor pemerintahan, Bank DKI juga telah mendukung penerapan transaksi nontunai di lingkup Pemprov DKI Jakarta melalui sistem Jakarta One, antara lain untuk e-Retribusi, e-Samsat yang bekerja sama dengan Polda Metro Jaya, e-ticketing, e-parking, dan lain sebagainya.

System Jakarta One turut mendukung pengelolaan subsidi pangan dan subsidi transportasi. Selain itu, penerapan transaksi nontunai di lingkup Pemprov DKI Jakarta didukung oleh cash management system yang telah dipergunakan oleh seluruh SKPD dan UKPD di DKI Jakarta.

Penerapan transaksi nontunai juga mencakup sektor pendidikan di Ibu Kota, di mana Bank DKI turut berpartisipasi membangun Sistem Informasi Akuntabilitas Pendidikan Bantuan Operasional Sekolah – Bantuan Operasional Pendidikan (SIAP BOS BOP) berbasis Cash Management System (CMS) Bank DKI yang diberi nama CMS – SIAP BOS BOP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank dki

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top