MUI & Pegadaian Gelar Literasi Keuangan Syariah di Jombang

PT Pegadaian (Persero) ambil bagian dalam acara Halaqah Pengasuh Pesantren bersama Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Se-Indonesia (MP3i) yang bertajuk "Urgensi Keuangan Syariah Untuk Pemberdayaan Ekonomi Ummat." Acara tersebut digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Reni Lestari | 01 Juli 2018 17:02 WIB
Warga menunggu melakukan bertransaksi di Kantor Pegadaian Cabang Senen, Jakarta, Kamis (15/6). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) ambil bagian dalam acara Halaqah Pengasuh Pesantren bersama Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Se-Indonesia (MP3i) yang bertajuk "Urgensi Keuangan Syariah Untuk Pemberdayaan Ekonomi Ummat".

Acara tersebut digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Direktur Utama Pegadaian Sunarso mengatakan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah perlu disegerakan karena produk keuangan syariah secara nyata dapat meningkatkan kesejahteraan, tidak hanya umat muslim, tetapi juga seluruh kalangan masyarakat. Pengembangan produk keuangan syariah dan tren industri halal di beberapa kota juga mampu menggerakkan roda ekonomi, meningkatkan pendapatan dan kesempatan kerja, termasuk memberdayakan UMKM sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Untuk itu Pegadaian segera mengkonversi beberapa outletnya menjadi syariah untuk menjawab kebutuhan masyatakat, utamanya di Jawa Timur," kata Sunarso dalam keterangan tertulis, Minggu (1/7/2018).

Sebelumnya Pegadaian telah melakukan konversi outlet konvensional menjadi syariah di beberapa kota di Indonesia seiring program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin menambahkan, pengembangan ekonomi syariah dapat mendorong percepatan pengembangan sektor keuangan syariah. Selama ini, pemerintah dan para pemangku kepentingan lebih fokus mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah, tetapi pemberdayaan ekonomi syariah sendiri belum banyak disentuh.

"Untuk itu kami terus bekerjasama dengan berbagai pihak supaya masyarakat makin paham dengan keberadaan produk-produk syariah, yang bisa dijadikan sumber pembiayaan, menggantikan pembiayaan konvensional dan pemberdayaan ekonomi ummat. Sebagai negara dengan mayoritas muslim, kondisi Indonesia sangat ketinggalan dalam penyerapan dana dari keuangan syariah. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkat lebih besar lagi," jelasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Solahuddin Wahid mengatakan, sejak berdirinya salah satu bank syariah di Indonesia pada awal tahun 90-an, perkembangan ekonomi syariah terus mengalami peningkatan. Bahkan sekarang sudah banyak lembaga-lembaga baik itu pesantren maupun non-pesantren yang sudah melakukan inisiatif syariah.

"Walaupun memang harus diakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan ummat islam agar perekonomian syariah bisa memberikan kontribusi yang lebih besar lagi bagi negara," tutup Solahuddin Wahid.

Tag : pegadaian
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top