BTN Kuasai Pasar KPR Nasional

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menguasai 37,47% pasar kredit pemilikan rumah (KPR) nasional dan menjadi penyalur terbesar di antara perbankan lain untuk KPR subsidi dengan market share sebesar 94,12%.
Nirmala Aninda | 18 Juli 2018 21:09 WIB
Ilustrasi - uangteman.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menguasai 37,47% pasar kredit pemilikan rumah (KPR) nasional dan menjadi penyalur terbesar di antara perbankan lain untuk KPR subsidi dengan market share sebesar 94,12%.

Direktur Utama Bank BTN Maryono menyebutkan KPR subsidi dan non subsidi memiliki porsi lebih dari 73,5% dari total kredit keseluruhan dan masih menjadi penggerak utama laju kredit Bank BTN sepanjang paruh pertama 2018.

Sebagai informasi, sampai dengan Juni 2018 bank pelat merah tersebut telah menyalurkan kredit sebesar Rp211,35 triliun atau tumbuh 19,14% secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp177,40 triliun.

Kredit perumahan yang mendongkrak kinerja kredit perseroan tumbuh 19,76% secara yoy menjadi sebesar Rp191,30 triliun.

"KPR subsidi yang tumbuh paling tinggi atau sebesar 30,26% secara year on year [yoy] menjadi Rp83,36 triliun. Sementara untuk KPR non subsidi tumbuh 13,4% secara yoy," ujarnya dalam paparan kinerja perseroan di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Khusus untuk Program Satu Juta Rumah, per Juni 2018 Bank BTN telah menyalurkan KPR untuk 423.303 unit rumah dengan nilai Rp38,4 triliun baik dalam bentuk KPR subsidi maupun non subsidi.

Dari seluruh penyaluran KPR tersebut, 307.360 unit diantaranya berbentuk kredit konstruksi perumahan. Adapun untuk kredit KPR subsidi, Bank BTN telah mendistribusikan pinjaman untuk 297.044 unit rumah dengan nilai Rp17,15 triliun.

Sampai dengan semester I/2018 ini Bank BTN fokus terhadap distribusi KPR subsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Bantuan Uang Muka.

Pada paruh kedua 2018, bank pelat merah tersebut akan mengalirkan kredit dengan skkema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Dengan adanya FLPP tersebut diharapkan akan meningkatkan kapasitas kredit perseroan sehingga masyarakat dapat memiliki rumh yang layak dengan cara mudah, cepat, dan murah sekaligus dapat mempercepat pencapaian program Satu Juta Rumah," ujar Maryono.

Pada sektor kredit konstruksi perumahan, Maryono menambahkan Bank BTN mencatatkan pertumbuhan kredit konstruksi sebesar 17,03% secara yoy menjadi Rp27,6 triliun yang didistribusikan kepada pengembang perumahan.

Sementara itu, untuk kredit non perumahan, Bank BTN merealisasikan pertumbuhan kredit sebesar 13,49% yoy menjadi Rp20,05 triliun pada semester I/2018.

Kredit komersial memiliki kontribusi terbesar yakni Rp15,49 triliun, sedangkan kredit konsumer tercatat mencapai Rp4,5 triliun per Juni 2018.

“Semester kedua kami akan terus menggenjot kredit perumahan untuk mengejar target kredit kami tahun ini yang diharapkan dapat tumbuh di atas 20%,” kata Maryono.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top