16 Bank Gelontorkan Kredit Rp11,3 Triliun di Proyek Tol Jakarta-Cikampek

Sebanyak 16 bank dan lembaga keuangan nonbank terlibat dalam sindikasi kredit senilai Rp11,3 triliun untuk pembangunan tol JakartaCikampek II elevated sepanjang 36,8 kilometer. Sindikasi kredit ini rekor terbesar untuk pembangunan jalan bebas hambatan.
Muhammad Khadafi & Rivki Maulana | 31 Juli 2018 23:18 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi jalan tol Semarang-Salatiga di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/6/2018). - ANTARA/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak 16 bank dan lembaga keuangan nonbank terlibat dalam sindikasi kredit senilai Rp11,3 triliun untuk pembangunan tol Jakarta—Cikampek II elevated sepanjang 36,8 kilometer. Sindikasi kredit ini rekor terbesar untuk pembangunan jalan bebas hambatan.

Dalam sindikasi kredit ini terbagi menjadi dua tahap, yakni trance I dan II. Selain itu, ada dua skema kredit yang digunakan, yakni konvensional dan musyarakah mutanaqisah (MMQ) atau syariah.

Sindikasi itu memiliki jangka waktu 15 tahun, termasuk masa tenggang 1 tahun. Bunga kredit memakai rata-rata bunga deposito tenor 3 bulan ditambah margin 4% untuk tiga bank, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Adapun, proses konstruksi tol Jakarta—Cikampek (Japek) II Elevated sudah mencapai 40,29%. PT PT Jasamarga (JJC) selaku pengelola menargetkan proyek akan rampung pada Maret 2019. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan mengurangi kemacetan hingga 40%.

Dalam sidikasi ini jaminannya adalah hak pengusahaan jalan tol Japek II Elevated. Selain itu, jaminan dalam kredit sindikasi ini adalah seluruh pendapatan jalan tol dengan nilai jaminan total Rp16,2 triliun.

Pinjaman untuk JCC ini merupakan sindikasi terbesar untuk proyek jalan tol, mengalahkan rekor yang dipegang PT Lintas Marga Sedaya saat menggarap jalan tol Cikopo - Palimanan. LMS pada 2012 mendapat pinjaman sebesar Rp8,8 triliun dari sindikasi 22 perbankan.

Direktur Utama JJC, Djoko Dwijono mengatakan total investasi Japek II Elevated mencapai Rp16,23 triliun dan konstruksi telah dimulai pada Maret 2017. Hingga akhir Juli 2019, progres konstruksi telah mencapai 40,2% dan diharapkan proyek ini rampung pada Maret 2019.

Djoko menekankan, jalan tol melayang di atas jalan tol Jakarta - Cikampek yang sudah ada merupakan kebutuhan yang mendesak untuk memecah kepadatan lalu lintas di ruas tol tersebut. Dia mencatat, rasio kepadatan (V/C ratio) di tol Jakarta - Cikampek telah mencapai 1,4 atau melampaui ambang batas normal 0,8.

"Dengan adanya tambahan lajur dari Japek Elevated saja, V/C ratio turun jadi 0,9. Untuk itu memang perlu Japek Selatan," ujarnya, Selasa (31/7/2018)

Tag : jalan tol
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top