Gaya Hidup Sadarkan Milenial Akan Asuransi

Berdasarkan Les Mills Global Consumer Fitness Survey, 48% milenial berusia 18 tahun ke atas melakukan latihan fisik rutin di pusat kebugaran, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Generasi X yang hanya sejumlah 32% dan Baby Boomer hanya 20%.
Asteria Desi Kartika Sari | 04 Agustus 2018 12:39 WIB
Kaum milenial - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Populernya gaya hidup sehat tampaknya mendorong peningkatan kesadaran milenial akan perlindungan kesehatan. Kalangan milenial yang dulu dianggap rentan akan rencana pengelolaan keuangan dan cenderung tidak peduli masalah asuransi kesehatan bisa dipatahkan.

Berdasarkan Les Mills Global Consumer Fitness Survey, 48% milenial berusia 18 tahun ke atas melakukan latihan fisik rutin di pusat kebugaran, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Generasi X yang hanya sejumlah 32% dan Baby Boomer hanya 20%.

Selain itu, Alvaro Research Center 2017 menemukan sebanyak 41,1% generasi milenial memiliki spontaneous pada produk asuransi kesehatan. Artinya, di alam kognitif mereka sudah merekam pentingnya kepemilikan asuransi kesehatan untuk menjadi jaminan kualitas hidup mereka.

Perencana keuangan Irshad Wicaksono Ma’ruf menilai sudah banyak kaum milenial yang sadar akan pentingnya manfaat asuransi untuk proteksi risiko hidup ke depannya. Dia mengatakan dalam ilmu perencana keuangan yang seharusnya diutamakan terlebuh dahulu adalah asuransi setelah itu baru berinvestasi.

Asuransi dapat memberikan jaminan apabila terjadi risiko fatal seperti sakit yang memerlukan rawat inap atau sakit kritis hingga tutup usia. Apalagi, menurutnya milenial pasti memiliki banyak cita-cita, butuh aktualisasi atau unjuk diri. Misalnya dalam hal keuangan banyak hal yang ingin dicapai seperti membeli rumah , menyiapkan pernikahan, menyiapkan modal usaha. Mumpung energi dan waktu masih memungkinkan makan harus bisa memanfaatkannya sebaik mungkin.

“Dengan adanya asuransi bila terjadi risiko, keuangan sehari-hari maupun cita-cita keuangan masa depan tetap dapat berjalan,” kata Irshad.

Artinya memiliki jaminan kesehatan dapat membuat pikiran akan lebih tenang karena aset yang dimiliki yakni kesehatan tubuh dapat terproteksi dengan baik. Dia mengatakan semakin muda sadar asuransi, maka preminya yang dibayarkan juga semakin murah namun dengan proteksi maksimal.

Aturan tersebut juga berlaku di semua jenis asuransi, semakin bertambah usia,maka semakin tinggi harga premi yang harus dibayar.Logikanya, di usia muda risiko untuk terkana penyakit akan lebih kecil. Jadi kemungkinan akan membutuhkan asuransi dengan segera juga lebih kecil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
generasi milenial

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top