Bisnis Indonesia Financial Awards 2018: Ini Lembaga Keuangan Terbaik, Siap Hadapi Revolusi Keuangan Digital

Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2017 memberikan penghargaan khusus kepada perusahaan terbaik yang bergerak di bidang finansial, meliputi perbankan, asuransi dan multifinance.
News Writer | 27 Agustus 2018 21:25 WIB
Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika Hariyadi Sukamdani (keempat kiri) didampingi Direktur Utama PT JAG Lulu Terianto (keempat kanan) befoto bersama para penerima penghargaan dan dewan juri Bisnis Indonesia Financial Award 2018 di Dian Ballroom, Raffles Hotel Jakarta, Senin (27/8/2018). (JIBI/Bisnis - Felix Jody Kimarwan)

Bisnis.com, JAKARTA – Harian Bisnis Indonesia kembali memberikan apresiasi kepada industri finansial di Indonesia melalui penyelenggaraan Malam Apresiasi Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018.

Dalam acara yang digelar di Raffles Hotel Ciputra World I, Jakarta, pada Senin, 27 Agustus 2018, tersebut Harian Bisnis Indonesia memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan finansial yang berhasil menorehkan kinerja dan prestasi gemilang.

BIFA 2018 akan menilai lembaga keuangan meliputi perbankan, asuransi dan multifinance berdasarkan efisiensi dan memiliki kinerja terbaik selama beberapa tahun terakhir.

Seain sebagai apresiasi, pemberian penghargaan ini bertujuan mendorong dunia perbankan, asuransi, serta multifinance di Indonesia untuk berkontribusi lebih banyak dan lebih besar dalam pembangunan perekonomian negara guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sigit Pramono, Ketua Dewan Juri Bisnis Indonesia Financial Award 2018 menuturkan penilaian yang dilakukan kepada lembaga keuangan tentu dari sisi  efisiensi. Namun ada beberapa hal yang membedakan.

 “Sebetulnya secara umum yang kita lihat itu adalah kinerja, tapi kan masing-masing sub-industri ini kan berbeda,” tuturnya kepada Bisnis.

Adapun dewan juri yang menilai lembaga keuangan ini terdiri dari Arif Budisusilo sebagai direktur pemberitaan Harian Bisnis Indonesia, Sigit Pramono sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan Kadin Indonesia, Hotbonar Sinaga sebagai Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi, Firdaus Djaelani sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012 -2017, Suwandi Wiratno sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).

Dewan Juri telah mengumpulkan dan menilai laporan keuangan dari berbagai lembaga keuangan nasional, termasuk juga mempertimbangkan isu dan pemberitaan mengenai suatu lembaga keuangan yang kemudian diramu dan dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Berikut ini laporan tim BisnisTV saat proses penjurian:

Sebagai informasi, Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018, merupakan sebuah event hasil metamorfosa dari agenda tahunan Bisnis Indonesia Banking Efficiency Award, Bisnis Indonesia Banking Award serta Bisnis Indonesia Insurance Award yang telah dilaksanakan sejak tahun 2011.

Perusahaan apa saja yang meraih penghargaan pada malam ini.  Ikuti laporan Live berlangsungnya acara BIFA 2018 di Bisnis.com.

22:46 WIB

Bank Jasa Jakarta Jadi Terbaik BUKU II

Per semester I/2018, PT Bank Jasa Jakarta membukukan laba Rp53,4 miliar, naik 9,4% secara tahunan. Hal ini didorong oleh laba operasional dan pendapatan bunga bersih yang masing-masing tumbuh 11% dan 1,3% secara tahunan.

Fungsi intermediasi tercatat positif, tercermin dari rasio kredit terhadap pendanaan atau loan to deposit ratio (LDR) naik pada posisi 85,6%.

Penyaluran kredit naik 7,8% secara tahunan menjadi Rp3,6 triliun, sedangkan dana pihak ketiga tumbuh 1,2% secara tahunan menjadi Rp4,2 triliun.

22:07 WIB

BNI Life Insurance Raih Penghargaan Istimewa Untuk CSR

PT BNI Life Insurance (BNI Life) meraih penghargaan istimewa sebagai Highly Committed Company in Social Responsibility dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018.

Direktur Utama BNI Life Shadiq Akasya mengatakan penghargaan tersebut merupakan buah dari upaya kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dalam 3 tahun terakhir.

“Ini adalah sesuatu yang harus kami berikan apresiasi. Saya berterima kasih kepada Bisnis Indonesia,” katanya saat ditemui usai acara BIFA 2018, Senin (27/8).

Salah satu gerakan sosial yang tengah dilakukan oleh perseroan adalah membangun posko kesehatan dan layanan kesehatan gratis bagi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Sampai sekarang kami sudah 2 pekan lebih di Lombok. Lalu kami bergeser ke Sembalun. Nanti kami kontrak sampai hari Minggu, tergantung kebutuhan masyarakat, tuturnya.

Harian Bisnis Indonesia memberikan penghargaan kepada sejumlah pelaku usaha di sektor finansial baik perbankan dan non perbankan. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada pengusaha dalam meningkatkan literasi keuangan di Indonesia.

21:39 WIB

BPD Sulutgo Raih Penghargaan Bank Daerah dengan Kinerja Terbaik

PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Sulutgo) berhasil menjadi bank dengan kinerja terbaik dari kategori Bank Pembangunan Daerah dalam ajang penghargaan Bisnis Indonesia Finansial Award 2018.

Aset BPD Sulutgo mengalami kenaikan 3,93% secara year on year menjadi sebesar Rp14,52 triliun pada semester I/2018 dari Rp13,97 triliun pada semester I/2017.

Fungsi intermediasi dari segi penyaluran kredit turut tumbuh 17,48% secara year on year menjadi sebesar Rp11,19 triliun dari portofolio pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp9,52 triliun.

Pada saat yang sama permodalan BPD Sulutgo tercatat semakin menguat menjadi sebesar Rp1,28 triliun sampai dengan semester I/2018.

21:36 WIB

Bank Mega Syariah sabet Penghargaan Bank Syariah dengan Kinerja Terbaik

PT Bank Mega Syariah terpilih menjadi bank dengan kinerja terbaik dari kategori Bank Umum Syariah dalam ajang penghargaan Bisnis Indonesia Finansial Award 2018.

Bank Mega Syariah berhasil mengurangi rasio pembiayaan bermasalah (non performing finance NPF) gross menjadi 2,63% pada semester I/2018 dari total portofolio pembiayaan sebesar Rp4,62 triliun.

Sementara itu sampai dengan semester I/2018 aset perseroan tercatat menguat 1,6% menjadi sebesar Rp6,64 triliun.

Pada saat yang sama permodalan Bank Mega Syariah tumbuh 9,1% dari Rp1,06 triliun pada semester I/2017 menjadi sebesar Rp1,16 triliun pada semester I/2018.

21:21 WIB

Direktur Utama Bank Mandiri Sabet Best CEO Bank

Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika Hariyadi Sukamdani memberikan penghargaan kepada Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo yang meraih sebagai Best CEO in Banking Industry dalam ajang BIFA 2018.

21:15 WIB

Ini CEO Terbaik di Industri Multifinance & Asuransi

Dalam malam BIFA 2018, Direktur Utama PT BCA Finance Roni Haslim dinobatkan sebagai The best CEO in Multifinance Industry.

Sementara itu, The Best CEO in Insurance Industry jatuh pada Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Reliance Indonesia Prihantoro.

21:13 WIB

BPD Maluku & Maluku Utara Jadi Bank Daerah Paling Efisien

PT Bank Maluku dan Maluku Utara berhasil terpilih menjadi bank paling efisien (Most Efficient Bank) dari kategori Bank Pembangunan Daerah dalam ajang penghargaan Bisnis Indonesia Finansial Award 2018.

Sampai dengan kuartal I/2018 Bank Maluku Malut mencatatkan laba bersih sebesar Rp49,34 miliar yang didukung dengan pertumbuhan pada pendapatan bunga bersih menjadi sebesar Rp128,9 miliar.

Perseroan menunjukkan kinerja positif dari segi penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 1,3% dan 30,3% secara year to date dibandingkan dengan posisi Desember 2017.

Penyaluran kredit tercatat menjadi sebesar Rp3,94 triliun sementara itu dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp5,74 triliun per kuartal I/2018.

Permodalan Bank Maluku Malut tercatat menguat 20,2% secara year on year menjadi sebesar Rp823,12 miliar sampai dengan kuartal I/2018.

21:12 WIB

Bank Kesejahteraan Ekonomi Raih the Best Performance Bank BUKU 1

PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE) menjadi bank di kelasnya dengan performa terbaik menurut Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018. Perusahaan mendapatkan penghargaan the Best Performance Bank kategor bank umum kelompok usaha (BUKU) 1.

Sepanjang paruh pertama tahun ini, BKE mencatat pertumbuhan aset sebesar 11,6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp4 triliun. Di sisi lain kinerja penyaluran kredit perusahaan ikut tumbuh sebesar 5,91% menjadi Rp3,2 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pada saat yang sama BKE menorehkan kenaikan pendapatan bunga bersih 2,65% (yoy) menjadi sebesar Rp106,5 miliar. Adapun perusahaan ini mengumpulkan laba bersih Rp8,83 miliar per Juni 2018.

21:11 WIB

BNI Syariah Dapat Penghargaan Khusus

Gelaran Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018 memberikan penghargaan khusus kepada Bank BNI Syariah sebagai The Most Inovative Syariah Product.

Adapun sepanjang semester I/2018 BNI Syariah mencatatkan pertumbuhan 22,9% laba bersih sebesar Rp203 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp165,1 miliar.

Kinerja ditopang oleh ekspansi pembiayaan yang tumbuh 11,3% yoy menjadi Rp25,1 triliun. Selain itu juga kenaikan fee based income dan rasio dana murah hingga 52,8%.

Bank BNI Syariah juga dianggap memiliki beragam produk inovatif seperti Wakaf Hasanah dan Griya Hasanah.

21:10 WIB

FIF Sabet Multifinance Terbaik Beraset Besar

Bisnis Indonesia Financial Award 2018 mengumumkan PT Federal International Finance sebagai perusahaan multifinance terbaik pada kategori aset >Rp10 triliun.

PT Federal International Finance (FIF Group) mencatatkan laba bersih mencapai Rp1,12 triliun atau tumbuh 20,43% pada Juni 2018 secara tahunan. Adapun pada Juni 201, FIF Group membukukan laba senilai Rp930,18 miliar.

Kenaikan tersebut ditopang oleh pendapatan pembiayaan yang tumbuh 10,35% senilai Rp4,69 triliun. Di saat yang sama, beban naik 6,66% menjadi Rp3,20 triliun. Beban terbesar dikontribusi dari beban usaha yang mencapai Rp1,32 triliun.

Aset perusahaan turun 0,46% dengan komponen terbesar piutang pembiayaan konsumen senilai Rp30,57 triliun.

Sementara pada kategori aset <Rp2,5 triliun -- Rp10 triliun dimenangkan oleh PT BCA Finance dengan skor 6,01. Pada kategori aset <Rp2,5 triliun, pemenangnya adalah PT Globalindo Multi Finance dengan skor 6,96.

Penilaian dilakukan berdasarkan laporan keuangan pada 3 tahun terakhir.

21:05 WIB

Bank Mandiri Bank BUKU 4 Paling Efisien

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terpilih menjadi bank paling efisien dari kategori Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) 4 dalam ajang penghargaan Bisnis Indonesia Finansial Award 2018.

Sepanjang semester I/2018, bank pelat merah tersebut membukukan pertumbuhan laba tertinggi dibandingkan dengan bank pelat merah lain secara persentase.

Perseroan turut mencatat keuntungan bersih setelah pajak sebesar Rp12,2 triliun atau naik 28,7% secara tahunan (yoy).

Dari segi fungsi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mandiri per Juni 2018 tumbuh 11,8% menjadi Rp762,5 triliun.

Segmen korporasi masih menjadi penggerak utama roda bisnis dengan pertumbuhan sebesar 22,2% menjadi Rp296,8 triliun. Hal ini pun mendorong aset perseroan tumbuh 8,3% menjadi Rp1.067,4 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut juga diikuti oleh dana pihak ketiga yang naik 5,5% menjadi Rp803,02 triliun. Simpanan nasabah didominasi oleh dana murah atau CASA sebesar 64,6%.

21:05 WIB

BNI Menang Kinerja Terbaik Bank BUKU 4

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. berhasil menyandang The Best Performance Bank kategori Bank BUKU 4 dalam Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018

Hingga pertengahan tahun ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. memang berhasil mencatatkan kinerja positif. Hal itu tercermin laba bersih yang dibukukan perseroan senilai Rp7,44 triliun, tumbuh 16% dari periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih dan peningkatan kualitas aset perseroan. Pendapatan bunga persih atau net interest income (NII) tercatat sebesar Rp17,45 triliun, naik 13,3% dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp15,40 triliun.

Di samping itu, pendapatan non bunga (fee based income/FBI) juga tumbuh 9,1% secara tahunan (yoy), dari Rp4,65 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp5,08 triliun pada semester I/2018. FBI utamanya ditopang oleh pendapatan berbasis komisi.

21:05 WIB

AIG Insurance Indonesia menjadi The Most Efficient Insurance

PT AIG Insurance Indonesia menjadi The Most Efficient Insurance kategori pendapatan premi Rp450 miliar-Rp1,5 triliun. Penghargaan diterima oleh CEO of PT AIG Insurance Robert Logie.

Berdasarkan laporan laba/rugi komprehensif untuk periode yang berakhir per 30 juni 2018 menunjukkan, klaim bruto tercatat Rp64,92 miliar pada kuartal II/2018. Angka ini membaik atau turun 30,25% dibandingkan klaim bruto pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp93,07 miliar.

Perseroan juga mencatatkan hasil investasi naik. Hasil investasi pada kuartal II/2018 tercatat Rp18,03 miliar atau tumbuh 19,45% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp15,09 miliar.

Kendati klaim bruto membaik dan hasil investasi meningkat, tidak dapat mendorong laba usaha asuransi yang tercatat Rp55,32 miliar pada kuartal II/2018 atau turun 29,50% dibandingkan dengan laba usaha asuransi pada periode yang sama tahun lalu. Laba usaha asuransi tertekan premi bruto menurun 9,65%, dari Rp314,90 miliar pada kuartal II/2017 menjadi Rp284,52 miliar pada kuartal II/2018.

Sementara itu, jumlah investasi naik 23,03%, dari Rp507,25 miliar pada kuartal II/2017 menjadi Rp624,06 miliar pada kuartal II/2018. Investasi pada instrumen deposito menjadi yang terbesar yakni 74,58% terhadap jumlah investasi, diikuti surat berharga yang diterbitkan oleh negara sebesar 22,08%, surat utang korporasi dan sukuk korporasi sebesar 3,19%, dan penyertaan langsung sebesar 0,16%.

21:03 WIB

BRI Agro Terpilih Sebagai the Best Performance Bank BUKU 2

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. terpilih sebagai pemenang the Best Performance Bank kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) 2 dalam acara Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018.

Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menorehkan pertumbuhan bisnis di atas target hingga pertengahan tahun ini. Perseroang membukukan laba Rp130,93 miliar, tumbuh dua kali lipat dibandingkan dengan capaian Juni 2017 senilai Rp50,19 miliar. Realisasi ini melebihi target laba dalam rencana bisnis bank (RBB) yang dipatok Rp122,77 miliar.

Fungsi intermediasi BRI Agro juga menunjukkan peningkatan positif. Hal itu tercermin dari total kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat masing-masing 19,85% dan 19,81%. Keduanya mencapai nilai Rp13,16 triliun dan Rp14,88 triliun.

Total penyaluran pendanaan perseroan didominasi sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit yang mencapai 75% dari total portofolio kredit perkebunan.

Pertumbuhan fungsi intermedias pun mendorong aset perseroan. Sepanjang semester I/2018 total aset tumbuh 50,6% menjadi Rp18,8 triliun.

20:58 WIB

Prudential Menangkan Penghargaan Asuransi Jiwa Terbaik

Harian Bisnis Indonesia mengumumkan PT Prudential Life sebagai pemenang industri asuransi jiwa terbaik pada kategori >Rp25 triliun dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018.

Sementara perusahaan asuransi jiwa terbaik di kategori aset Rp8 triliun -- Rp25 triliun adalah PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG.

Perusahaan asuransi terbaik di kategori aset senilai <Rp8 triliun dimenangkan oleh PT Asuransi Jiwa Reliance Indonesia.

Penghargaan diberikan oleh Direktur Pemberitaan Bisnis Indonesia Arif Budisusilo. Penilaian dilakukan berdasarkan laporan keuangan pada 3 tahun terakhir.

20:57 WIB

Maybank Indonesia Sabet Dua Penghargaan

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus dalam Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018. Keduanya yakni The Best Performance Bank BUKU 3 dan The Most Efficient Bank Kategori Bank BUKU 3.

Adapun Maybank Indonesia berhasil membukukan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI–profit after tax & minority interest) sebesar Rp932,7 miliar per Juni 2018. Hal ini didorong oleh pertumbuhan kredit sebesar 6% menjadi Rp127,1 triliun

Pendapatan Bunga Bersih (NII) mencatat pertumbuhan 2,5% menjadi Rp3,9 triliun. Disiplin dalam pricing aset dan liabilitas memungkinkan Bank untuk mengurangi tekanan pada marjin bunga bersih (NIM). Secara triwulanan, per Juni 2018 NIM naik 28 basis poin menjadi 5,1%.

Rasio Kecukupan Modal (CAR) naik menjadi 18,8% per 30 Juni 2018 dari 16,9% pada periode yang sama tahun lalu dengan total modal mencapai Rp24,7 triliun. Bank menyelesaikan Rights Issue pada kuartal kedua 2018 dan menambah Rp1,9 triliun pada modal Tier I. Total hasil bersih dari Rights Issue akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis melalui ekspansi kredit.

20:55 WIB

Bank Victoria Syariah Jadi Bank Paling Efisien

Bank Victoria Syariah berhasil meraih penghargaan sebagai The Most Efficient Bank Syariah dalam Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018.

Bank Victoria Syariah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 45,08% menjadi Rp3,12 miliar pada semester I/2018 dari Rp2,15 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun dari sisi pembiayaan turut menunjukkan kinerja positif dengan 7,36% secara year on year dengan portofolio sebesar Rp1,22 triliun dan rasio pembiayaan bermasalah (non performing finance NPF) gross hanya sebesar 1,91%.

Perseroan juga berhasil menekan rasio BOPO menjadi sebesar 98,01% dari 177,90% pada semester I/2017 dan mendongkrak rasio net imbalan (NI) menjadi 2,73%.

20:42 WIB

BCA Finance Sabet The Best Performance Multifinance Beraset Rp2,5 Triliun-Rp10 Triliun

Harian Bisnis Indonesia kembali memberikan apresiasi kepada industri finansial di Indonesia melalui penyelenggaraan Malam Apresiasi Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018 pada Senin (27/8/2018).

Dalam malam penyelenggaraan tersebut, PT BCA Finance menjadi The Best Performance Multifinance untuk kategori aset Rp2,5 triliun - Rp10 triliun. Penghargaan diterima oleh Deputi Direktur BCA Finance Bambang.

Berdasarkan laporan keuangan PT BCA Finance per 30 Juni 2018 yang dipublikasikan di Bisnis Indonesia pada Rabu (25/7/2018), PT BCA Finance mencatatkan laba bersih periode berjalan senilai Rp785,71 miliar pada semester I/2018. Angka ini tumbuh 22,50% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp641,40 miliar.

Kenaikan laba bersih sebesar 22,5% didorong faktor kenaikan jumlah pendapatan. Jumlah pendapatan pada semester I/2018 tercatat sebesar Rp1,65 triliun. Angka ini tumbuh 12,25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,47 triliun.

20:35 WIB

Ketua Dewan Juri Sigit Pramono Memaparkan Penilaian BIFA 2018

Sigit Pramono, Ketua Dewan Juri Bisnis Indonesia Financial Award 2018 memberikan pemaparan seputar proses penilaian yang telah dilakukan dewan juri Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018 yang digelar malam ini di Raffles Hotel Ciputra World I, Jakarta, pada Senin, 27 Agustus 2018. (Felix Jodie/JIBI)

20:30 WIB

Presdir JAG Hariyadi Memberikan Cendera Mata Kepada Menkominfo

Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika (JAG) Hariyadi Sukamdani (kiri) didampingi Direktur Utama PT JAG Lulu Terianto (kanan) menyerahkan cendera mata kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada acara Bisnis Indonesia Financial Award di Jakarta, Senin malam (27/8/2018). (Felix Jodie/JIBI).

20:25 WIB

Hariyadi: BIFA Apreasiasi Bagi Perusahaan Finansial dengan Kinerja Konsisten

Acara tahunan Bisnis Indonesia Finansial Award 2018 kembali diadakan dalam rangka memberikan apresiasi kepada perusahaan jasa keuangan dengan kinerja dan prestasi terbaik.

Membuka acara malam penghargaan, Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika Hariyadi Sukamdani menyampaikan, penyerahan penghargaan ini memiliki makna yang lebih luas dan strategis.

"Selain sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang berhasil menorehkan kinerja dan prestasi gemilang, pemberian penghargaan Bisnis Indonesia Financial Award ini memiliki tujuan yang lebih luas dan strategis yaitu untuk mendorong perbankan, asuransi dan multifinance untuk berkontribusi lebih banyak dan lebih besar dalam pembangunan ekonomi negara dengan mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya dalam sambutan pada Bisnis Financial Award 2018 yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Raffles Jakarta, Senin (27/8/2018).

Penghargaan turut diberikan atas apresiasi kepada industri keuangan yang mampu menorehkan prestasi terbaik di tengah perubahan perilaku konsumen dan kondisi ketidakpastian ekonomi.

Faktor lain yang disampaikan oleh Hariyadi yang mempengaruhi kinerja industri keuangan adalah perkembangan teknologi juga memberikan pengaruh besar terhadap institusi finansial dalam mengubah pelayanan kepada nasabah.

Demikian dengan kondisi ekonomi makro yang masih memiliki sejumlah masalah struktural yang membuat industri keuangan banyak menunggu sambil memanfaatkan momentum sekecil apapun untuk ekspansi.

Kondisi yang sama juga terjadi pada industri asuransi dan multifinance.

"Sebagai entitas bisnis, baik bank, asuransi maupun multifinance, memerlukan tata kelola yang baik, inovasi tiada henti, dan model bisnis yang dinamis sehingga roda usaha berkesinambungan dan serta memberikan hasil akhir yang baik. Dalam situasi yang tidak mudah ini, perusahaan finansial yang mampu menorehkan prestasi, serta memiliki konsistensi kinerja keuangan dan menjalankan tata kelola perusahaan yang baik selayaknya mendapatkan apresiasi," ungkap Hariyadi.

20:23 WIB

Rudiantara Optimistis Inklusi Keuangan 2019 Lebih dari Target

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara optimistis pada tahun depan target inklusi keuangan di Indonesia akan melampaui target 75%. Hal ini dikarenakan peluang kanal yang dimiliki Indonesia.

Salah satunya dari jumlah ponsel yang dimiliki masyarakat Indonesia sudah sekitar 180 juta. Meski jumlah ini belum diikuti dengan pemilik rekening bank yang saat tidak lebih dari 100 juta.

"Saya yakin akan lewat 75%, sekarang tinggal memanfaatkan kanal. Artinya itu bisa dimanfaatkan untuk industri keuangan sekarang gimana teknologi mendorong industri keuangan," katanya, Senin (27/8/2018).

Tak hanya itu, pekan lalu juga telah diresmikan fintech center. Hal ini guna mengimbangi pergerakan fintech yang cepat tetapi regulasinya lambat. Sehingga dirinya pun mengapresiasi OJK dan BI dalam upaya mengikuti perkembangan zaman.

Sementara itu, Rudiantara juga mengapresiasi gelaran Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018 yang dilaksanakan di Hotel Raffles, Jakarta Selatan.

Menurutnya saat ini industri keuangan tidak akan bisa lepas dari produk-produk digital. Digitalisasi juga telah terbukti memiliki peran sebagai penurunan gini rasio satu negara.

"Selama pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo gini rasio turun 1%. Ternyata ekonomi digital menjadi senjata ampuh ke depan kita akan terus kembangkan," ujarnya.

20:18 WIB

Menkominfo Ingatkan Fungsi Bank Akan Terkikis

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menilai ke depan fungsi bank tidak akan hilang. Namun akan terkikis seiring dengan perkembangan zaman bersama perusahaan keuangan berbasis teknologi (fintech).

Dia menjelaskan hanya masalah waktu bank-bank besar sekalipun di Indonesia akan berkonsolidasi. “Ini masalah waktu. Saya yakin tidak ada yang bisa memastikan siapa bisa tetap jadi bank terbesar sampai beberapa tahun ke depan,” katanya dalam Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018 di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Rudi menambahkan bahwa peran teknologi dalam industri keuangan juga akan membantu permasalahan inklusi keuangan di Tanah Air. Saat ini sekitar 180 juta orang Indonesia memiliki ponsel. Dengan demikian ponsel dapat menjadi medium untuk perusahaan-perusahaan keuangan mencari konsumen.

“Ini bagaimana kita dorong regulasi di Indonesia untuk dorong ke sana,” tambah Rudi.

Sementara itu berdasarkan survei dari PwC Indonesi bankir menilai sejumlah perusahaan yang meluncurkan produk sistem pembayaran dianggap menjadi ancaman bagi bisnis perbankan konvensional. Sebanyak 72% reponden yang terdiri dari para bankir mengganggap Go-Jek sebagai satu kompetitor baru dengan fasilitas Go-Pay. Sekitar 62% bankir di negara ini juga yakin Alipay milik Alibaba merupakan kekuatan besar yang dapat muncul dalam waktu dekat.

Technology and Risk Consulting Leader PwC Indonesia Chairil Tarunajaya mengatakan ada dua hal yang menjadi kepastian di masa akan datang, yaitu persaingan ketat menyediakan layanan finansial atau kolaborasi antara perusahaan teknologi dan perbankan.

Adapun survei yang dilakukan PwC tentang bank digital melibatkan 52 responden dan 43 bank di Indonesia. Sebanyak 90% di antaranya merupakan perusahaan yang masuk 10 besar dalam bisnis perbankan dalam negeri.

20:12 WIB

Menkominfo: Pesatnya Keuangan Digital Agar Direspons Cepat

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan cepatnya pergerakan industri keuangan digital harus direspons lebih cepat oleh industri keuangan konvensional.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018.

Dalam pidatonya, dia mengungkapkan ada 175 juta orang yang memiliki ponsel. Data ini didapat dari registrasi pelanggan prabayar. Namun, yang memiliki rekening bank tidak lebih dari 100 juta.

“Ini adalah masa depan yang harus kita antisipasi. Di perbankan terutama, apakah Anda fokus di korporasi atau konsumen. Kalau fokus di konsumen sampai 35 tahun, keluar aja bikin startup,” tuturnya, Senin (27/8).

Dia meyakini, pada 2030 Indonesia akan berada di puncak bonus demografi. Kedua, akan ada consuming class sebanyak 135 juta orang.

Jika ekonomi Indonesia tumbuh 7%,ekonomi Indonesia akan sama dengan ekonomi Asean dan menduduki peringkat 5 di dunia.

“Ini masalah waktu. Siapa yang bisa memastikan dia [industri keuangan] adalah perusahaan terbesar. Yang menang yang paling banyak nasabahnya,” ujarnya.

20:08 WIB

Preskom PT JAG Hariyadi Sukamdani Memberi Sambutan

Presiden Komisaris PT JAG Hariyadi Sukamdani memberi sambutan dalam Bisnis Indonesia Financial Award 2018 di Jakarta, Senin (27/8). JIBI/Bisnis/Felix Jody Kinarwan

20:05 WIB

Menkominfo Rudiantara Memberikan Sambutan

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan sambutan dalam Bisnis Indonesia Financial Award 2018 di Jakarta, Senin (27/8). (JIBI/Bisnis/Felix Jody Kinarwan)

 

 

19:54 WIB

Nominasi Asuransi Jiwa Terbaik BIFA 2018

Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018 mengumumkan daftar nominasi perusahaan asuransi jiwa terbaik tahun ini.

Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai memiliki kinerja bagus sesuai dengan laporan keuangannya. Penganugerahan ini diberikan guna mengapresiasi kinerja industri keuangan pada tahun ini.

Dalam penghargaan ini, industri asuransi jiwa terbagi menjadi empat kategori berdasarkan nilai asetnya.

Pada kategori aset >Rp25 triliun nominasinya adalah PT Prudential Life Assurance, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT Asuransi Allianz Life Indonesia, PT Indolife Pensiontama, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.

Pada kategori aset Rp8 triliun -- Rp25 triliun di antaranya adalah PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, PT Panin Dai-Ichi Life, PT Asuransi BRI Life, PT Avrist Assurance, dan PT BNI Life Insurance.

Adapun pada kategori aset <Rp8 triliun nominasinya adalah T Asuransi Jiwa Reliance Indonesia, PT Commonwealth Life, PT Asuransi Cigna, PT PFI Mega Life Insurance (d/h Asuran-
si Jiwa Mega Indonesia), dan PT Heksa Solution Insurance.

19:43 WIB

Suasana Malam Ini di Bisnis Indonesia Financial Award 2018

Suasana Bisnis Indonesia Financial Award 2018 di Dian Ballroom, Raffles Hotel Jakarta, Senin (27/8). (JIBI/Bisnis/Felix Jody Kimarwan)

 

 

19:35 WIB

Mandiri, BRI & BNI Nominasi Most Efficient BUKU 4, Ini Performanya!

Tiga Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV masuk nominasi Most Efficient Bak Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018. Berikut kinerja ketiganya sepanjang semester I/2018:

1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Sepanjang semester I/2018, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. membukukan pertumbuhan laba tertinggi dibandingkan dengan bank pelat merah lain secara persentase. Perseroan mencatat keuntungan bersih setelah pajak sebesar Rp12,2 triliun atau naik 28,7% secara tahunan (yoy).
Dari segi fungsi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mandiri per Juni 2018 tumbuh 11,8% menjadi Rp762,5 triliun. Segmen korporasi masih menjadi penggerak utama roda bisnis dengan pertumbuhan sebesar 22,2% menjadi Rp296,8 triliun. Hal ini pun mendorong aset perseroan tumbuh 8,3% menjadi Rp1.067,4 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut juga diikuti oleh dana pihak ketiga yang naik 5,5% menjadi Rp803,02 triliun. Simpanan nasabah didominasi oleh dana murah atau CASA sebesar 64,6%.

2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan kinerja positif dengan realisasi laba bersih secara konsolidasi tumbuh 11% secara tahunan (yoy) menjadi Rp14,9 triliun pada semester I/2018. Bank milik negara ini masih menjadi yang nomor satu dari segi aset dengan total Rp1.153,2 triliun, atau tumbuh 12,3% pada periode itu.
Fungsi intermediasi BRI masih didominasi oleh penyaluran pendanaan kepada segmen mikro, kecil dan menengah (MKM). Segmen ini memiliki porsi terbesar dari total portofolio kredit perseroan yakni sebesar 75,9% atau senilai Rp602,7 triliun. Secara total penyaluran kredit pada enam bulan pertama tahun ini sebesar Rp794,3 triliun atau tumbuh 15,5%
Kewajiban untuk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) terealisasi pada semester I/2018 dengan total penyaluran KUR sebesar Rp44,4 triliun kepada lebih dari 2,2 juta debitur. Pencapaian ini, menurut Haru, setara dengan 55,9% dari target penyaluran KUR Bank BRI sampai dengan akhir tahun sebesar Rp79,7 triliun.
Pada periode yang sama, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank BRI tercatat tumbuh 9,11% menjadi Rp838 triliun.

3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Hingga pertengahan tahun ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. berhasil mencatatkan kinerja positif. Hal itu tercermin laba bersih yang dibukukan perseroan senilai Rp7,44 triliun, tumbuh 16% dari periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih dan peningkatan kualitas aset perseroan. Pendapatan bunga persih atau net interest income (NII) tercatat sebesar Rp17,45 triliun, naik 13,3% dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp15,40 triliun.
Di samping itu, pendapatan non bunga (fee based income/FBI) juga tumbuh 9,1% secara tahunan (yoy), dari Rp4,65 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp5,08 triliun pada semester I/2018. FBI utamanya ditopang oleh pendapatan berbasis komisi.

18:35 WIB

Ini Dia Para Nominasinya

1. KATEGORI BANK

The Best Performance Bank

BUKU 4

  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

BUKU 3

  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk (dh Bank Internasional Indonesia)
  • PT Bank UOB Indonesia
  • Standard Chartered Bank
  • PT Bank Permata Tbk

BUKU 2

  • PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk
  • PT Bank Ganesha
  • PT Bank Jtrust Indonesia Tbk (dh Bank Mutiara)
  • PT Bank Mayora
  • PT Bank SBI Indonesia

BUKU 1

  • PT Bank Kesejahteraan Ekonomi
  • PT Prima Master Bank

 

The Most Efficient Bank

BUKU 4

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk  

BUKU 3

  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk (dh Bank Internasional Indonesia)
  • PT Bank UOB Indonesia
  • Standard Chartered Bank
  • PT Bank Permata Tbk

BUKU 2

  • PT Bank Jasa Jakarta
  • PT Bank Commonwealth
  • PT Bank Index Selindo
  • PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk
  • PT Bank Mayora

BUKU 1

  • PT Bank Kesejahteraan Ekonomi
  • PT Prima Master Bank

 

KATEGORI BANK SYARIAH

The Best Performance Bank

  • PT Bank Syariah Mega Indonesia
  • PT Bank BCA Syariah
  • PT Bank BNI Syariah
  • PT Bank Victoria Syariah
  • PT Bank Maybank Syariah Indonesia

The Most Efficient Bank

  •  PT Bank Victoria Syariah
  • PT Bank BCA Syariah
  • PT Bank Maybank Syariah Indonesia
  • PT Bank BNI Syariah
  • PT Bank Syariah Mega Indonesia

 

KATEGORI BANK PEMBANGUNAN DAERAH

The Best Performance Bank

  • PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (SULUTGO)
  • PT BPD Bengkulu
  • PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk
  • PT Bank Maluku Malut
  • PT BPD Lampung

 The Most Efficient Bank

  • PT Bank Maluku Malut
  • PT BPD Lampung
  • PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (SULUTGO)
  • PT BPD Daerah Istimewa Yogyakarta
  • PT BPD Bengkulu

 

2. KATEGORI ASURANSI

ASURANSI BESAR

Asuransi Jiwa

  • Prudential Life Assurance
  • Asuransi Jiwasraya (Persero)
  • Asuransi Allianz Life Indonesia
  • Indolife Pensiontama
  • Asuransi Jiwa Manulife Indonesia

Asuransi Umum

  • Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk
  • Asuransi Astra Buana
  • Asuransi Adira Dinamika
  • Asuransi Sinar Mas
  • Asuransi Central Asia

ASURANSI MENENGAH

Asuransi Jiwa

  • Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG
  • Panin Dai-Ichi Life
  • Asuransi BRI Life
  • Avrist Assurance
  • BNI Life Insurance

Asuransi Umum

  • AIG Insurance Indonesia
  • QBE General Insurance Indonesia
  • Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur
  • Asuransi MSIG Indonesia
  • Asuransi Dayin Mitra Tbk

ASURANSI KECIL

Asuransi Jiwa

  • Asuransi Jiwa Reliance Indonesia
  • Commonwealth Life
  • Asuransi CIGNA
  • PFI Mega Life Insurance (d/h Asuransi Jiwa Mega Indonesia)
  • Heksa Solution Insurance

 Asuransi Umum

  • Meritz Korindo Insurance
  • Asuransi Sumit Oto
  • Asuransi Mitra Pelindung Mustika
  • Asuransi Samsung Tugu
  • Asuransi Binagriya Upakara

 

3. KATEGORI MULTIFINANCE

MULTIFINANCE BESAR

  • Federal International Finance
  • BFI Finance Indonesia Tbk
  • Adira Dinamika Multi Finance Tbk
  • Astra Sedaya Finance
  • Oto Multiartha

MULTIFINANCE MENENGAH

  • BCA Finance
  • Mandala Multifinance Tbk
  • Orix Indonesia Finance
  • Komatsu Astra Finance
  • Maybank Indonesia Finance

MULTIFINANCE KECIL

  • Globalindo Multi Finance
  • Astrido Pacific Finance
  • Rindang Sejahtera Finance
  • Indonesia International Finance
  • Multindo Auto Finance
14:09 WIB

Parameter Penilaian & Pengkategorian Lebih Fair

BIFA 2018 menerapkan sejumlah parameter, sistem pengkategorian serta metode maupun proses seleksi untuk menetapkan perusahaan-perusahaan finansial penerima penghargaan, dilakukan perubahan sehingga menjadi lebih komprehensif dan fair.

Proses penetapan perusahaan perusahaan finansial penerima apresiasi Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018 dilakukan melalui sidang dewan juri independen, yang terdiri dari sosok-sosok yang memiliki kapabilitas, integritas, dan kredibilitas yang tinggi. Hal ini penting sebagai upaya penyelenggara dalam menjaga nilai, esensi, dan kebanggaan terhadap penghargaan itu sendiri.

Secara umum, seleksi BIFA 2018 terdiri dari dua tahap yaitu tahap kuantitatif, di mana para nominasi penerima award sektor perbankan, asuransi, dan multifinance disaring berdasarkan indikator keuangan.

Penilaian untuk sektor perbankan dibagi menjadi dua kriteria, yaitu The Best Performance Bank yang terdiri dari enam pengargaan meliputi Bank BUKU 1, Bank BUKU 2, Bank BUKU 3, Bank BUKU 4, Bank Syariah dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Kriteria enam penghargaan tersebut juga berlaku untuk The Most Efficient Bank.

Untuk asuransi, perusahaan yang masuk dalam kategori The Best Performance adalah perusahaan asuransi yang dalam waktu 3 tahun terakhir dapat mengelola perusahaannya secara efektif dan efisien, sedangkan pengelompokkan berdasarkan skala yaitu kecil, menengah dan besar mengacu kepada aset/premi pada akhir 2017.

Terhadap asuransi jiwa, clustering dilakukan berdasarkan aset yaitu kategori kecil (kurang dari Rp8 triliun), menengah (Rp8 triliun hingga Rp25 triliun), dan besar (di atas Rp25 triliun).

Adapun, untuk asuransi umum, clustering berdasarkan pendapatan premi yaitu kategori kecil (kurang dari Rp450 miliar), menengah (Rp450 miliar hingga Rp1,5 triliun), dan besar (di atas Rp1,5 triliun).

Tujuan analisis statistik clustering untuk memisahkan obyek ke dalam beberapa kelompok agar tercipta level playing field setara sehingga lebih merefleksikan persaingan seimbang.

Dengan tujuan serupa, clustering dilakukan pada multifinance, analisis clustering juga dilakukan berdasarkan aset tahun terakhir (2017) yaitu kategori kecil (kurang dari Rp2,5 triliun), menengah (Rp2,5 triliun hingga Rp10 triliun), dan besar (di atas Rp10 triliun). Perhitungan didasarkan kinerja dalam waktu tiga tahun terakhir untuk sejumlah indikator keuangan.

Hasil seleksi selanjutnya dibawa kepada dewan juri yang memiliki latar belakang kuat dalam industri finansial baik bank, asuransi dan multifinance, yakni Sigit Pramono, Hotbonar Sinaga, Firdaus Djaelani, dan Suwandi Wiratno. Adapun anggota juri dari Bisnis Indonesia diwakili oleh Direktur Pemberitaan Arif Budisusilo.

Kemudian, dari para pemenang pada masing-masing kategori BIFA 2018, Dewan Redaksi Bisnis Indonesia memilih Best CEO in Banking Industry, Best CEO in Insurance Industry, dan Best CEO in Multifinance Industry. Selain itu, juga diberikan penghargaan khusus untuk perusahaan dengan produk paling inovatif dan punya terobosan dalam menjalankan kontribusi sosial.

Dalam menentukan penghargaan ini, dewan redaksi tetap menjunjung tinggi kredibilitas dan integritas dengan mendasarkan pada sejumlah parameter dan kriteria yang ketat.

Tag : bisnis indonesia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top